BANYUWANGI (Lensa Banyuwangi) Malam turun perlahan di atas Stadion Diponegoro, Sabtu (28/02/2026). Lampu-lampu stadion menyala terang, membelah gelap dan menyoroti ratusan wajah muda yang datang dengan satu tekad: menjemput mimpi lewat sepasang sepatu bola.
Sebanyak 500 pemain belia tercatat mengikuti seleksi terbuka skuad Banteng Jatim FC U-17. Mereka datang dari berbagai penjuru tapal kuda—Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, hingga Lumajang—membawa harapan keluarga dan keyakinan bahwa kerja keras bisa mengantar mereka ke panggung yang lebih tinggi.
Seleksi yang direncanakan berlangsung selama dua hari ini menjadi gerbang awal menuju kompetisi bergengsi Soekarno Cup 2026. Targetnya jelas: Jawa Timur kembali berdiri di podium juara.
Manajer tim, Daniel Rohi, menegaskan bahwa proses penjaringan dilakukan secara profesional dan objektif. Dari lebih 500 peserta, hanya 22 pemain yang akan dipilih untuk mengisi skuad. “Tidak ada kuota daerah. Tidak ada titipan. Semua murni berdasarkan kualitas,” tegasnya.
Para peserta harus memenuhi sejumlah kriteria: kelahiran tahun 2009–2010, memiliki postur ideal, kemampuan teknik individu yang matang, fisik prima, serta mental bertanding yang teruji. Seleksi terbuka untuk semua posisi—kiper, bek, gelandang, hingga penyerang. Di lapangan, metode pertandingan diterapkan. Para pemain dibagi dalam beberapa tim, bertarung dalam laga singkat yang diawasi langsung pelatih kepala, pelatih fisik, pelatih kiper, hingga analis data.
Di setiap sentuhan bola, di setiap tekel dan umpan terobosan, para pelatih menakar bukan hanya keterampilan, tetapi juga keberanian dan visi bermain. “Kami berharap menemukan satu atau dua pemain yang selama ini belum terpantau namun memiliki kualitas di atas rata-rata,” ujar salah satu pelatih di sela pemantauan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut menaruh harapan besar. Ia ingin seleksi ini menjadi panggung lahirnya talenta dari Bumi Blambangan yang mampu memperkuat tim dan mengharumkan nama daerah di ajang Soekarno Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung Juli–Agustus mendatang di Surabaya.
Dukungan juga tampak dari sejumlah tokoh, di antaranya Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Sonny T Danaparamita, Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Ana Aniati, Bendahara DPC Desi Prakasiwi, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi.
Malam itu, sorak kecil dan derap langkah sepatu menyatu dengan detak jantung para pemain muda. Di bawah cahaya stadion, mereka berlari bukan sekadar mengejar bola—melainkan mengejar masa depan. Sebab di lapangan hijau itulah, mimpi-mimpi sederhana sedang ditempa menjadi kemungkinan yang nyata.
