Lentera Sastra Banyuwangi

Ujian dalam Persahabatan

Ujian dalam Persahabatan

Oleh : Nur Kamilah

 

Lina dan Mata adalah sahabat karib sejak bangku Sekolah Dasar. Mereka berbagi rahasia, tawa, tangis, bahkan mimpi di masa depan. Sampai suatu hari ujian masuk universitas memisahkan hasil mereka. Ketika Maya berhasil diterima di jurusan impian mereka, Lina justru gagal. Kekalahan ini menumbuhkan benih iri hati di hati Lina dan disiram subur oleh Sarah, yang merupakan teman sekelas mereka yang cemburu pada kedekatan Lina dan Maya. Sarah dengan licik mulai membisikkan pada Lina bahwa Maya sengaja merahasiakan materi belajar utamanya, ia juga menyatakan bahwa keberhasilan Maya adalah hasil dari egoisme dan bukan dukungan sejati. Lina yang sedang diliputi kekecewaan itu pun, membiarkan tuduhan tak berdasar itu meracuni pikirannya.

Suatu sore, saat mereka bertemu di cafe langganan, Lina melampiaskan perasaannya. Ia melontarkan perlakuan buruk berupa tuduhan dingin kepada Maya di depan umum. Lina menuduhnya berkhianat demi kesuksesan pribadi. Maya pun terkejut dan sakit hati, tuduhan itu jauh lebih menyakitkan daripada kegagalan akademik. Maya berusaha menjelaskan, tetapi emosi Lina sudah berada dipuncaknya. Lina pergi tanpa mendengarkan, meninggalkan Maya sendirian dengan air mata dan rasa dikhianati. Sejak saat itu, mereka menjaga jarak. Tembak kesalahpahaman yang dibangun oleh rasa iri dan hasutan orang ketiga, kini berdiri kokoh di antara dua sahabat itu.

Waktu pun berlalu, dan Lina akhirnya menyadari bahwa ujian sejati dalam persahabatan bukanlah tentang seberapa lama mereka bersama,tetapi bagaimana caranya mereka bisa menghadapi masalah.Akhirnya Lina memutuskan untuk mengirim surat panjang kepada Maya. Di dalam surat itu Lina mengakui bahwa mereka menjadi terpisah karena rasa iri di hatinya yang di tambah dengan hasutan dari Sarah. Lina menutup surat itu dengan permohonan maaf yang tulus, ia pun menyerahkan semua keputusan kepada Maya. Meskipun persahabatan tidak akan pernah kembali seperti sedia kala, tetapi Lina tahu bahwa untuk menyembuhkan luka, ia harus berani menghadapi kebenaran dan menyingkirkan bayangan iri, serta hasutan orang lain yang telah memisahkan mereka.

 

By redaksi

Lentera Sastra Banyuwangi merupakan wadah Literasi, Seni dan Budaya Banyuwangi dan Indonesia

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *