Lentera Sastra Banyuwangi

Orang Bodoh Merangkai Kebijaksanaan

 

Sebuah kebijaksanaan Tuhan

Tak hanya bermakna, pada sebuah baris kalimat

Barangkali merupa sebagai wajah penjahat

Atau sekadar angin malam yang lewat

 

Orang bijak, menamai sebagai ilham

Karena hanya mereka saja yang bisa faham

Sedang orang bodoh, menganggap sebagai ujian

Karena merasa tidak dicintai Tuhan

 

Bagai merayu yang amat disayang

Orang bijak, begitu tenang berbisik pada Tuhan

Sembari berkesah, Tuhan mengusap isak di ujung mata

 

Pada puncak, menjelang malam

Orang bodoh, sibuk mengumpat dan mengutuk kekurangan

Bukan karena kurang aman, tapi memang lemah iman

Hendak meracau minta keadilan

Tapi, apa yang diharap pada nafsu manusia?

 

Pada hening, menunggu fajar

Orang bijak, perlahan merangkak

Lewat tangga-tangga wujud sayap malaikat

Saat dibentangkan seluruh alam

Doa-doa pilihan itu dibaca satu-satu oleh Tuhan

 

Sayangnya, di malam yang membeku

Aku benar-benar kedinginan

Aku lupa, tak mengatur jam weker berdentang

Lalu ikut mengutuk hidup, saat pagi datang

 

Banyuwangi, 3 November 2025

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *