Samsudin
Ketika Kalbu Mengadu: Mengapa Lima Waktu Belum Menjadi Pertemuan?
Kalbuku kutanya lagi, saat kau menghadap menyelesaikan kewajiban lima waktumu, bisakah kau memberikan sebagian besar waktumu untuk Yang Kau PUJA
Akhirnnya sebelum kalbuku menjawab….
Aku tanya lagi, Saat saat kau bersama keluargamu, teman2mu, dan saat kau menyelasaikan tugas pikiranmu, tugas tanganmu, tugas kakimu, telinga dan hidungmu, matamu, mulutmu, dan isi perutmu, pernahku kau selalu menyapa PELINDUNGMU ?
Akhirnya sang Kalbu menjawab pelan namun jelas !
Dalam Di’kir ku Ya tubuhku, aku hanya sedikit waktu bisa berasua dengan KEKASIHKU, PUJAANKU, SANG PELINDUNGKU,
Padahal sedikit waktu adalah lebih mulia dibandingkan dengan Dunia dan isinya, Saya tidak bisa bercerita bagaimana nikmatnya, bagaimana damainya, dan betapa besar keindahanya,
Kenapa waktuku bersua tidak aku rasakan saat aku setiap kali menjalankan lima waktuku
Atau bisa aku rasakan disebagian waktuku ?
