Lentera Sastra Banyuwangi

KKMI Gambiran Bekali Madrasah Strategi Branding Melalui Media Digital

KKMI Gambiran Bekali Madrasah Strategi Branding DigitalGambiran (Lentera Sastra) Di tengah arus zaman yang bergerak cepat, madrasah tidak lagi cukup berdiri sebagai bangunan fisik dan ruang belajar semata. Ia juga dituntut hadir sebagai narasi—yang terbaca, terdengar, dan dipercaya di ruang digital. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Gambiran menyelenggarakan Workshop Strategi Branding Madrasah melalui Media Digital.

Kegiatan yang digelar di MI Muhammadiyah Gambiran pada Sabtu, 7 Februari 2026 itu diikuti perwakilan seluruh Madrasah Ibtidaiyah negeri dan swasta se-Kecamatan Gambiran. Aula madrasah pagi itu menjadi ruang pertemuan gagasan, tempat para pendidik merumuskan ulang cara madrasah menyapa masyarakat di era linimasa.

Workshop menghadirkan Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat, sebagai narasumber utama. Ia dikenal aktif menggerakkan literasi dan pendampingan pemanfaatan media digital di lingkungan pendidikan. Dalam forum tersebut, branding tidak diposisikan sekadar sebagai teknik promosi, melainkan sebagai ikhtiar membangun kepercayaan publik melalui bahasa yang jujur, etis, dan berkelanjutan.

Saat membuka kegiatan, Pengawas Madrasah Kecamatan Gambiran, St. Muanifah, menegaskan bahwa branding madrasah memiliki peran strategis di tengah derasnya informasi digital. Menurutnya, branding bukanlah upaya memoles citra secara artifisial, melainkan cara madrasah menyampaikan kebenaran tentang dirinya kepada masyarakat.

“Branding yang baik akan membantu masyarakat mengenal madrasah secara lebih jelas, memahami keunggulannya, serta memperoleh informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa madrasah di Kabupaten Banyuwangi telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Selain kokoh dalam penguatan nilai-nilai keagamaan, peserta didik madrasah kini mampu berprestasi di bidang sains dan teknologi hingga tingkat nasional. Prestasi-prestasi itu, menurutnya, perlu diwartakan dengan cara yang tepat melalui media digital agar tidak hilang ditelan sunyi.

Sementara itu, Ketua KKMI Kecamatan Gambiran, Afif Muhaeroni, menegaskan komitmen KKMI untuk terus menguatkan kapasitas guru madrasah. Pengembangan sumber daya manusia, termasuk penguasaan teknologi informasi, akan terus dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar memajukan mutu pendidikan madrasah.

Dalam pemaparannya, Syafaat mengajak peserta memandang media digital sebagai ruang cerita. Ia menekankan pentingnya konsistensi konten, etika bermedia, serta kemampuan merangkai informasi agar aktivitas dan prestasi madrasah tersampaikan secara menarik tanpa kehilangan makna.

Melalui workshop ini, madrasah di Kecamatan Gambiran diharapkan kian adaptif menghadapi perubahan zaman—hadir di ruang digital dengan citra yang unggul, terpercaya, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan jati diri sebagai rumah nilai dan pengetahuan

By redaksi

Lentera Sastra Banyuwangi merupakan wadah Literasi, Seni dan Budaya Banyuwangi dan Indonesia

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *