Sebuah kebijaksanaan Tuhan
Tak hanya bermakna, pada sebuah baris kalimat
Barangkali merupa sebagai wajah penjahat
Atau sekadar angin malam yang lewat
Orang bijak, menamai sebagai ilham
Karena hanya mereka saja yang bisa faham
Sedang orang bodoh, menganggap sebagai ujian
Karena merasa tidak dicintai Tuhan
Bagai merayu yang amat disayang
Orang bijak, begitu tenang berbisik pada Tuhan
Sembari berkesah, Tuhan mengusap isak di ujung mata
Pada puncak, menjelang malam
Orang bodoh, sibuk mengumpat dan mengutuk kekurangan
Bukan karena kurang aman, tapi memang lemah iman
Hendak meracau minta keadilan
Tapi, apa yang diharap pada nafsu manusia?
Pada hening, menunggu fajar
Orang bijak, perlahan merangkak
Lewat tangga-tangga wujud sayap malaikat
Saat dibentangkan seluruh alam
Doa-doa pilihan itu dibaca satu-satu oleh Tuhan
Sayangnya, di malam yang membeku
Aku benar-benar kedinginan
Aku lupa, tak mengatur jam weker berdentang
Lalu ikut mengutuk hidup, saat pagi datang
Banyuwangi, 3 November 2025
