Lentera Sastra Banyuwangi

Adikku yang Lama Hilang

Adikku yang Lama Hilang

Oleh : Agustina Dwi Rahmadani

MTsN 6 Banyuwangi

 

Di kota Bandung. banyak mobil yang berlalu lalang, aku duduk di kursi halte menatap kosong jalanan. Pikiranku kosong aku selalu teringat adikku yang hilang 13 tahun yang lalu. kami hanya berbeda satu tahun, di usiaku yang sudah 19 tahun ini, aku hanya ingin adikku kembali. “Ziora, di mana kamu? adikku sayang, kakak sangat merindukanmu” ucap Sagara pada dirinya sendiri lalu ia berdiri dan memutuskan untuk kembali ke rumah.

Dua hari kemudian, Sagara dan rekan kerjanya berlibur ke pantai. ia teringat kejadian 13 tahun yang lalu di mana adiknya terseret ombak. ia dan keluarganya sangat terpukul atas kejadian tersebut, ia sangat ingat saat ibunya menangis terisak-isak hingga pingsan. keluarganya sudah mengerahkan bantuan namun nihil adiknya tidak ditemukan.

Sepulang dari pantai, Sagara merasa heran kenapa ada seorang wanita muda dengan mata indah di depan rumah, dari tampilannya ia seumuran denganku. wanita itu tersenyum ke arahku, aku hanya memperhatikan dari atas sampai bawah. tubuhku bergetar, mataku terpaku pada kalung yang ia kenakan, kalung itu terasa sangat familier. Ya aku ingat itu kalung adikku, kalung yang dibikin khusus ayahku untuk adikku. wanita  itu  memperkenalkan  diri  namanya  Zayra,  ia

menceritakan bagaimana ia mendapatkan kalung itu. keluarga Zayra melihat anak kecil terdampar di pesisir pantai namun nyawanya tidak terselamatkan, “Tolong ikhlaskan adikmu dia sudah tiada” ucap Zayra melepas kalung yang ia kenakan dan mengembalikan kalung yang ia pakai kepada Sagara. Sagara hanya menunduk air matanya mengalir deras hatinya benar benar hancur ketika mengetahui adiknya telah tiada. Sagara mengangkat kepalanya “ZIORA KENAPA KAMU TINGGALIN KAKAK” teriak Sagara.

By redaksi

Lentera Sastra Banyuwangi merupakan wadah Literasi, Seni dan Budaya Banyuwangi dan Indonesia

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *