BANYUWANGI (Lensa Banyuwangi) Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri kegiatan silaturahmi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Timur yang digelar di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi ajang penguatan sinergi antarinstansi dalam mendukung pembangunan berbasis pelayanan keagamaan dan sosial.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chairani Hidayat. Para kepala kantor Kementerian Agama dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur juga hadir bersama pendamping masing-masing.
Dalam sambutannya, Akhmad Sruji Bahtiar menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap Kementerian Agama. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penyerahan dua bidang tanah hak pakai dari Pemkab Banyuwangi kepada Kementerian Agama, yang menjadi bentuk nyata dukungan terhadap penguatan layanan keagamaan di daerah.
Sementara itu, Chairani Hidayat juga menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi yang telah terjalin dengan baik selama ini. Ia menilai dukungan Bupati Banyuwangi sangat berarti dalam mendukung berbagai program Kementerian Agama, baik di bidang pendidikan, keagamaan, maupun sosial kemasyarakatan.
Dalam arahannya, Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara sekolah umum dan madrasah. Menurutnya, seluruh peserta didik, baik yang belajar di sekolah maupun madrasah, merupakan anak-anak Banyuwangi yang berhak mendapatkan perhatian dan layanan pendidikan yang setara.
“Semua anak adalah anak Banyuwangi. Tidak ada perbedaan antara sekolah dan madrasah, semuanya harus mendapatkan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Ipuk juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui semangat “gandeng bareng”, yang menjadi salah satu pendekatan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, swasta, dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kerja sama yang telah terbangun sejak kepemimpinan sebelumnya perlu terus dilanjutkan dan diperkuat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, capaian pembangunan di Banyuwangi diyakini dapat terus meningkat, termasuk dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Ipuk mengapresiasi peran Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung program-program strategis daerah, seperti upayaBupati Banyuwangi Hadiri Silaturahmi Kemenag se-Jawa Timur, Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor
BANYUWANGI — Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri kegiatan silaturahmi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Timur yang digelar di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi ajang penguatan sinergi antarinstansi dalam mendukung pembangunan berbasis pelayanan keagamaan dan sosial.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chairani Hidayat. Para kepala kantor Kementerian Agama dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur juga hadir bersama pendamping masing-masing.
Dalam sambutannya, Akhmad Sruji Bahtiar menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap Kementerian Agama. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penyerahan dua bidang tanah hak pakai dari Pemkab Banyuwangi kepada Kementerian Agama, yang menjadi bentuk nyata dukungan terhadap penguatan layanan keagamaan di daerah.
Sementara itu, Chairani Hidayat juga menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi yang telah terjalin dengan baik selama ini. Ia menilai dukungan Bupati Banyuwangi sangat berarti dalam mendukung berbagai program Kementerian Agama, baik di bidang pendidikan, keagamaan, maupun sosial kemasyarakatan.
Dalam arahannya, Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara sekolah umum dan madrasah. Menurutnya, seluruh peserta didik, baik yang belajar di sekolah maupun madrasah, merupakan anak-anak Banyuwangi yang berhak mendapatkan perhatian dan layanan pendidikan yang setara.
“Semua anak adalah anak Banyuwangi. Tidak ada perbedaan antara sekolah dan madrasah, semuanya harus mendapatkan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Ipuk juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui semangat “gandeng bareng”, yang menjadi salah satu pendekatan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, swasta, dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kerja sama yang telah terbangun sejak kepemimpinan sebelumnya perlu terus dilanjutkan dan diperkuat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, capaian pembangunan di Banyuwangi diyakini dapat terus meningkat, termasuk dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Ipuk mengapresiasi peran Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung program-program strategis daerah, seperti upaya menurunkan angka perceraian dan mencegah pernikahan usia dini. Program tersebut dinilai memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan berdampak pada peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memilih Banyuwangi sebagai lokasi kegiatan rapat pimpinan. Ia berharap momentum ini dapat semakin mempererat sinergi antara Kementerian Agama dan pemerintah daerah.
Bupati hadir didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, di Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas KoperasiBupati Banyuwangi Hadiri Silaturahmi Kemenag se-Jawa Timur, Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor
BANYUWANGI — Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri kegiatan silaturahmi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Timur yang digelar di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi ajang penguatan sinergi antarinstansi dalam mendukung pembangunan berbasis pelayanan keagamaan dan sosial.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chairani Hidayat. Para kepala kantor Kementerian Agama dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur juga hadir bersama pendamping masing-masing.
Dalam sambutannya, Akhmad Sruji Bahtiar menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap Kementerian Agama. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penyerahan dua bidang tanah hak pakai dari Pemkab Banyuwangi kepada Kementerian Agama, yang menjadi bentuk nyata dukungan terhadap penguatan layanan keagamaan di daerah.
Sementara itu, Chairani Hidayat juga menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi yang telah terjalin dengan baik selama ini. Ia menilai dukungan Bupati Banyuwangi sangat berarti dalam mendukung berbagai program Kementerian Agama, baik di bidang pendidikan, keagamaan, maupun sosial kemasyarakatan.
Dalam arahannya, Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara sekolah umum dan madrasah. Menurutnya, seluruh peserta didik, baik yang belajar di sekolah maupun madrasah, merupakan anak-anak Banyuwangi yang berhak mendapatkan perhatian dan layanan pendidikan yang setara.
“Semua anak adalah anak Banyuwangi. Tidak ada perbedaan antara sekolah dan madrasah, semuanya harus mendapatkan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Ipuk juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui semangat “gandeng bareng”, yang menjadi salah satu pendekatan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, swasta, dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kerja sama yang telah terbangun sejak kepemimpinan sebelumnya perlu terus dilanjutkan dan diperkuat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, capaian pembangunan di Banyuwangi diyakini dapat terus meningkat, termasuk dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Ipuk mengapresiasi peran Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung program-program strategis daerah, seperti upaya menurunkan angka perceraian dan mencegah pernikahan usia dini. Program tersebut dinilai memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan berdampak pada peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memilih Banyuwangi sebagai lokasi kegiatan rapat pimpinan. Ia berharap momentum ini dapat semakin mempererat sinergi antara Kementerian Agama dan pemerintah daerah.
Bupati hadir didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, yang turut mendukung penguatan kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Banyuwangi. dan Usaha Mikro, yang turut mendukung penguatan kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Banyuwangi. menurunkan angka perceraian dan mencegah Bupati Banyuwangi Hadiri Silaturahmi Bupati Banyuwangi Hadiri Silaturahmi Kemenag se-Jawa Timur, Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor
BANYUWANGI — Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri kegiatan silaturahmi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Timur yang digelar di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi ajang penguatan sinergi antarinstansi dalam mendukung pembangunan berbasis pelayanan keagamaan dan sosial.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chairani Hidayat. Para kepala kantor Kementerian Agama dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur juga hadir bersama pendamping masing-masing.
Dalam sambutannya, Akhmad Sruji Bahtiar menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap Kementerian Agama. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penyerahan dua bidang tanah hak pakai dari Pemkab Banyuwangi kepada Kementerian Agama, yang menjadi bentuk nyata dukungan terhadap penguatan layanan keagamaan di daerah.
Sementara itu, Chairani Hidayat juga menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi yang telah terjalin dengan baik selama ini. Ia menilai dukungan Bupati Banyuwangi sangat berarti dalam mendukung berbagai program Kementerian Agama, baik di bidang pendidikan, keagamaan, maupun sosial kemasyarakatan.
Dalam arahannya, Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara sekolah umum dan madrasah. Menurutnya, seluruh peserta didik, baik yang belajar di sekolah maupun madrasah, merupakan anak-anak Banyuwangi yang berhak mendapatkan perhatian dan layanan pendidikan yang setara.
“Semua anak adalah anak Banyuwangi. Tidak ada perbedaan antara sekolah dan madrasah, semuanya harus mendapatkan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Ipuk juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui semangat “gandeng bareng”, yang menjadi salah satu pendekatan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, swasta, dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kerja sama yang telah terbangun sejak kepemimpinan sebelumnya perlu terus dilanjutkan dan diperkuat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, capaian pembangunan di Banyuwangi diyakini dapat terus meningkat, termasuk dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Ipuk mengapresiasi peran Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung program-program strategis daerah, seperti upaya menurunkan angka perceraian dan mencegah pernikahan usia dini. Program tersebut dinilai memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan berdampak pada peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memilih Banyuwangi sebagai lokasi kegiatan rapat pimpinan. Ia berharap momentum ini dapat semakin mempererat sinergi antara Kementerian Agama dan pemerintah daerah.
Bupati hadir didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, yang turut mendukung penguatan kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Banyuwangi. se-Jawa Timur, Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor
BANYUWANGI — Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri kegiatan silaturahmi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Timur yang digelar di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi ajang penguatan sinergi antarinstansi dalam mendukung pembangunan berbasis pelayanan keagamaan dan sosial.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chairani Hidayat. Para kepala kantor Kementerian Agama dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur juga hadir bersama pendamping masing-masing.
Dalam sambutannya, Akhmad Sruji Bahtiar menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap Kementerian Agama. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penyerahan dua bidang tanah hak pakai dari Pemkab Banyuwangi kepada Kementerian Agama, yang menjadi bentuk nyata dukungan terhadap penguatan layanan keagamaan di daerah.
Sementara itu, Chairani Hidayat juga menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi yang telah terjalin dengan baik selama ini. Ia menilai dukungan Bupati Banyuwangi sangat berarti dalam mendukung berbagai program Kementerian Agama, baik di bidang pendidikan, keagamaan, maupun sosial kemasyarakatan.
Dalam arahannya, Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara sekolah umum dan madrasah. Menurutnya, seluruh peserta didik, baik yang belajar di sekolah maupun madrasah, merupakan anak-anak Banyuwangi yang berhak mendapatkan perhatian dan layanan pendidikan yang setara.
“Semua anak adalah anak Banyuwangi. Tidak ada perbedaan antara sekolah dan madrasah, semuanya harus mendapatkan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Ipuk juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui semangat “gandeng bareng”, yang menjadi salah satu pendekatan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, swasta, dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kerja sama yang telah terbangun sejak kepemimpinan sebelumnya perlu terus dilanjutkan dan diperkuat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, capaian pembangunan di Banyuwangi diyakini dapat terus meningkat, termasuk dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Ipuk mengapresiasi peran Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung program-program strategis daerah, seperti upaya menurunkan angka perceraian dan mencegah pernikahan usia dini. Program tersebut dinilai memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan berdampak pada peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memilih Banyuwangi sebagai lokasi kegiatan rapat pimpinan. Ia berharap momentum ini dapat semakin mempererat sinergi antara Kementerian Agama dan pemerintah daerah.
Bupati hadir didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, yang turut mendukung penguatan kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Banyuwangi. usia dini. Program tersebut dinilai memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan berdampak pada peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memilih Banyuwangi sebagai lokasi kegiatan rapat pimpinan. Ia berharap momentum ini dapat semakin mempererat sinergi antara Kementerian Agama dan pemerintah daerah.
Bupati hadir didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, yang turut mendukung penguatan kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Banyuwangi.
