Lentera Sastra Banyuwangi
20 Maret 2026

FAIZ ABADI
MUNUJU PERSAKSIAN ABADI

Meski jalan berbeda
Menuju tuhan yang esa
Namun kesungguhan perjuangan sama
Taklukan nafsu sendiri
Sampai benar-benar bersaksi
Jiwa dan raga telah sempurna
Dari kenyataan tak mungkin lari
Tubuh butuh energi
Jiwa butuh terbimbing ilahi
Semakin renta haruslah sadar diri

Dari nalar manapun
Peperangan terbesar menaklukan nafsu
Sudah begitu hanya bisa dirasa
Tak bisa diraba
Terkadang harus tafakur
Terkadang harus i’tikab
Terkadang harus hening dalam cipta
Paling berat ketika puasa
Awalnya mungkin ada keraguan
Namun saksikan wahai semua
Setelah puasa tubuh bisa saja lelah
Namun jiwa pada puncak kejayaan

Kemudian semakin rindu ibadah dan mengabdi
Pada tuhan ingin dikasihi
Pada manusia ingin berbagi
Semakin sempurna kesaksian
Hati seolah berkata
Tiada penguasa jagad raya
Selain tuhan sendiri
Setiap risalah utusanNya benar adanya
Bacalah rasakan pada jiwa dan raga
Jiwa abadi atas cahaya terang
Merdekakan diri dari manisnya dunia

Menjelang sahur terakhir, Jatim 2026

By redaksi

Lentera Sastra Banyuwangi merupakan wadah Literasi, Seni dan Budaya Banyuwangi dan Indonesia

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *