Lentera Sastra Banyuwangi

SNNU Banyuwangi Siapkan Pelaku Perikanan Tangguh di Era Pasar Digital

BANYUWANGI — Upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha perikanan terus dilakukan di tengah tantangan pasar yang semakin kompetitif. Yayasan Sinergi Akuakultur Indonesia (YSAI) bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (PC SNNU) Banyuwangi menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan dan Penjualan Produk Udang Koperasi Mina Bangkit Bersama di Kalimaya Resto, Karangrejo, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para pelaku usaha perikanan, anggota koperasi, serta masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan mata pencaharian pada sektor budidaya maupun pengolahan hasil perikanan. Pelatihan difokuskan pada penguatan kewirausahaan, manajemen usaha, serta strategi pemasaran produk berbasis digital guna meningkatkan daya saing usaha.

Sekretaris PC SNNU Banyuwangi, Mohomad Soleh Kurniawan, menegaskan bahwa sektor perikanan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, tantangan pelaku usaha saat ini tidak lagi hanya sebatas menghasilkan komoditas perikanan, tetapi juga bagaimana menghadirkan produk bernilai tambah yang mampu menjangkau pasar lebih luas.

“Banyak pelaku usaha yang sudah menghasilkan produk berkualitas. Namun, masih ada kendala dalam aspek pemasaran, pengemasan, hingga pengembangan usaha. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan yang mendesak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut diharapkan dapat membuka wawasan baru bagi peserta mengenai pentingnya inovasi usaha, penguatan kelembagaan ekonomi, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jaringan pemasaran.

Dalam kesempatan yang sama, Field Facilitator Yayasan Sinergi Akuakultur Indonesia (YSAI), Deddy Poerba Anggara, menyampaikan bahwa pengembangan sektor akuakultur tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi, melainkan juga membutuhkan pendampingan menyeluruh terhadap masyarakat pelaku usaha.

Menurutnya, salah satu tantangan yang masih sering ditemui di lapangan ialah keterbatasan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran. Padahal, perkembangan teknologi membuka peluang besar bagi usaha mikro dan komunitas nelayan untuk memperluas akses pasar.

“Potensi produk perikanan Banyuwangi sangat besar. Yang perlu diperkuat adalah kemampuan pelaku usaha dalam pengemasan produk, membangun identitas merek, dan memanfaatkan pemasaran digital agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.

Selama pelatihan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai kewirausahaan, strategi pengembangan usaha, pemasaran digital, pengelolaan media sosial, hingga penguatan kualitas produk. Forum juga berlangsung interaktif dengan diskusi berbagai persoalan yang dihadapi peserta, mulai dari keterbatasan akses pasar, fluktuasi harga komoditas, hingga tantangan meningkatkan nilai jual hasil perikanan.

Bagi peserta, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan jejaring usaha. Mereka berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga pelaku usaha memperoleh pendampingan yang lebih intensif.

Kolaborasi antara YSAI dan PC SNNU Banyuwangi dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Sektor budidaya udang sendiri selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan di Banyuwangi karena memiliki nilai ekonomi tinggi serta mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, mulai dari proses budidaya hingga pengolahan hasil.

Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha dipandang penting untuk menciptakan ekosistem ekonomi perikanan yang berkelanjutan, tidak hanya menghasilkan produk berkualitas tetapi juga membangun sistem pemasaran yang lebih luas dan berdaya saing.

Melalui kegiatan ini, YSAI bersama PC SNNU Banyuwangi berharap para pelaku usaha perikanan mampu bertransformasi dari pola usaha konvensional menuju model bisnis yang lebih modern, inovatif, dan berorientasi pasar. Harapannya, produk udang dan hasil perikanan Banyuwangi tidak hanya kuat di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar regional hingga nasional.

Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, peningkatan kapasitas kewirausahaan menjadi salah satu fondasi penting agar masyarakat pesisir tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. (HK)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *