Lentera Sastra Banyuwangi

PCNU Banyuwangi dan MMPP Satukan Langkah Perkuat Peran Pesantren di Lingkungan NU

Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat koordinasi bersama Majelis Musyawarah Pengasuh Pesantren (MMPP) pada Senin, 13 Juli 2026, di Kantor PCNU Banyuwangi. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi untuk menyelaraskan posisi kelembagaan MMPP serta memperkuat sinergi program kepesantrenan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Rapat dipimpin oleh Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi (Gus Tur) dan dihadiri Ketua MMPP KH. Zainullah Marwan, Wakil Ketua MMPP KH. Ali Ashikin, Sekretaris PCNU Banyuwangi H. Bisri Musthofa, serta jajaran pengurus PCNU dan MMPP.

Dalam sambutannya, KH. Zainullah Marwan menegaskan bahwa keberadaan MMPP merupakan wadah musyawarah para pengasuh pesantren yang memiliki peran penting dalam menjaga tradisi keilmuan dan memperkuat hubungan pesantren dengan Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Menurutnya, sinergi dengan PCNU perlu terus dibangun agar berbagai program kepesantrenan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat yang luas bagi umat.

Selanjutnya, H. Bisri Musthofa menyampaikan perlunya penataan kelembagaan MMPP agar memiliki dasar organisasi yang semakin jelas dalam lingkungan PCNU Banyuwangi. Kejelasan tersebut dinilai penting untuk memperkuat koordinasi program sekaligus memberikan kepastian dalam pelaksanaan berbagai kegiatan.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua MMPP KH. Ali Ashikin menjelaskan bahwa berdasarkan AD/ART MMPP, kedudukan MMPP merupakan bagian dari Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) PCNU Banyuwangi. Dengan demikian, berbagai aktivitas yang berkaitan dengan Bahtsul Masail tetap berada dalam koridor dan koordinasi LBMNU.

Ia juga menyampaikan bahwa MMPP telah menyusun agenda rutin yang akan dilaksanakan empat kali dalam setahun, yakni pada bulan Rajab, setelah Idulfitri, pada hari-hari Tasyrik, dan setelah Maulid Nabi Muhammad SAW. Agenda tersebut meliputi pengajian Kitab Ihya’ Ulumuddin, Bahtsul Masail, penguatan sinergi bersama RMI NU, serta mengaktifkan kembali delapan komisi MMPP dengan melibatkan unsur MWCNU.

Dalam kesempatan itu, KH. Ali Ashikin juga berharap adanya dukungan dari PCNU Banyuwangi terhadap pelaksanaan program MMPP, baik dari sisi koordinasi kelembagaan maupun dukungan operasional. Ia mengusulkan agar pembacaan Kitab Ihya’ Ulumuddin dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi sebagai bagian dari penguatan sanad keilmuan ulama.

Sementara itu, KH. Zainullah Marwan menegaskan bahwa keberadaan MMPP tidak dimaksudkan untuk menjadi lembaga yang mengatur para pengasuh pesantren. Menurutnya, hubungan yang dibangun bersama PCNU harus bersifat koordinatif, saling menguatkan, dan tetap menjunjung tinggi kewibawaan para masyayikh.

Menutup rapat, Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi (Gus Tur) menyampaikan bahwa PCNU menyambut baik berbagai masukan dari MMPP. Ia menegaskan bahwa penguatan kelembagaan MMPP akan ditempuh melalui mekanisme organisasi yang berlaku, termasuk opsi pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) sebagai bentuk legitimasi di bawah koordinasi PCNU Banyuwangi.

Gus Tur menambahkan bahwa keputusan final mengenai bentuk kelembagaan MMPP akan dibahas dalam Rapat Gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Banyuwangi. Ia juga memastikan bahwa PCNU akan terus mendukung program-program MMPP sesuai kemampuan organisasi, karena pesantren merupakan pilar utama lahir dan berkembangnya Nahdlatul Ulama.

Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara PCNU Banyuwangi, LBMNU, dan MMPP dalam mengembangkan tradisi Bahtsul Masail, memperkuat jejaring pesantren, serta meningkatkan peran pesantren dalam menjawab berbagai persoalan keagamaan, sosial, dan kebangsaan di tengah masyarakat. (HK)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *