Lentera Sastra Banyuwangi

Wapres Gibran Bersilaturahmi dengan Ulama Banyuwangi, Teguhkan Peran Pesantren dalam Menjaga NKRI

Banyuwangi – Kehangatan menyelimuti Masjid Al-Ikhlas dan Pondok Pesantren Ibnu Sina, Jalen, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, saat Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bersilaturahmi dengan sekitar 500 ulama dan kiai dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyuwangi, Jumat (10/7/2026).

Kunjungan yang diawali dengan pelaksanaan Shalat Jumat tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah dengan kalangan ulama dan pesantren. Wakil Presiden hadir didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Sebagai tuan rumah, Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Sina KH. Masykur Ali menyampaikan rasa syukur dan haru atas kehadiran Wakil Presiden di tengah keluarga besar pesantren dan para ulama Banyuwangi. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda kenegaraan, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan pemerintah kepada ulama sebagai mitra strategis dalam menjaga bangsa.

“Atas nama keluarga besar Pondok Pesantren Ibnu Sina, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Wakil Presiden. Kehadiran ini menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus mengabdikan diri kepada umat, bangsa, dan negara,” tutur KH. Masykur Ali.

Ia menambahkan bahwa pesantren memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan.

“Kunjungan ini menghadirkan motivasi baru bagi kami sebagai ulama untuk terus mengambil peran dalam kehidupan kebangsaan. Kami akan tetap istiqamah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam silaturahmi tersebut tampak hadir para kiai sepuh dan jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, di antaranya Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH. Fahrudin Manan, Ketua Tanfidziyah H. Achmad Turmudzi, KH. Zainullah Marwan, KH. Gozali, serta sejumlah pengasuh pondok pesantren dari berbagai kecamatan di Banyuwangi.

Suasana penuh kekeluargaan begitu terasa. Para kiai memanfaatkan momentum tersebut untuk saling bersilaturahmi, bertukar kabar, dan mempererat ukhuwah. Kehadiran Wakil Presiden semakin menambah semangat kebersamaan yang telah lama terjalin di lingkungan pesantren Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, KH. Fahrudin Manan menyampaikan komitmen PCNU Banyuwangi untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam setiap program yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

“PCNU Banyuwangi mendukung setiap ikhtiar dan program pemerintah yang bertujuan menghadirkan kebaikan, kemajuan, serta kesejahteraan bagi bangsa Indonesia. Sinergi ulama dan umara merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan dan membangun negeri,” ungkapnya.

Silaturahmi diakhiri dengan doa bersama yang dipanjatkan oleh sekitar 500 kiai agar Indonesia senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, kemajuan, dan keberkahan. Pertemuan tersebut menjadi penegasan bahwa kolaborasi antara ulama dan pemerintah tetap menjadi salah satu pilar penting dalam merawat persatuan bangsa serta menguatkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di Indonesia.(HK)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *