Lentera Sastra Banyuwangi
5 Juni 2026

Lembaga-Lembaga NU Siap Orkestrasi Program PCNU Banyuwangi

Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi mulai mengonsolidasikan gerak organisasi dengan mengumpulkan seluruh lembaga di bawah naungannya untuk menyatukan visi, langkah, dan arah program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan warga Nahdliyin. Pertemuan tersebut berlangsung pada Kamis, 4 Juni 2026, sebagai penanda dimulainya orkestrasi besar program-program PCNU Banyuwangi.

 

Konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga agar pelaksanaan program berjalan terukur, terarah, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Sedikitnya terdapat sekitar 17 lembaga di bawah PCNU Banyuwangi yang telah mengikrarkan diri siap bergerak melaksanakan program-program strategis sesuai bidang masing-masing. Bahkan, beberapa lembaga telah lebih dahulu menjalankan agenda kelembagaannya sebagai bentuk keseriusan dalam menghidupkan organisasi.

 

Selain kesiapan program, sejumlah lembaga juga tengah mempersiapkan agenda pengukuhan kepengurusan. Sebagian memilih dikukuhkan secara mandiri sesuai kebutuhan dan karakter lembaganya, sementara sebagian lainnya akan dikukuhkan secara kolektif oleh PCNU Banyuwangi.

 

Dalam arahannya, Rois Syuriah PCNU Banyuwangi, KH. Fahrudin Manan, menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan fitrah manusia yang mengandung tanggung jawab besar di hadapan Allah SWT. Menurutnya, kompleksitas persoalan umat membutuhkan tata kelola organisasi yang baik agar amanah dapat dijalankan sesuai aturan dan tujuan perjuangan Nahdlatul Ulama.

 

“Sudah menjadi kodrat manusia memimpin di muka bumi ini dengan segala kompleksitas yang dimiliki. Karena itu, dibutuhkan tatanan organisasi agar amanah dari Allah SWT dapat dijalankan sesuai rambu-rambu yang telah ditetapkan. Yang penting NU hidup dan bergerak. Kalau lembaganya hidup, maka NU hidup,” tuturnya saat memberikan sambutan.

 

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi, H. Akhmad Turmudzi, mengibaratkan tata kelola organisasi seperti sebuah konser orkestrasi yang melibatkan banyak pemain dengan kemampuan berbeda, namun memiliki tujuan yang sama: menghasilkan harmoni yang indah dan memberi manfaat bagi banyak orang.

 

Menurutnya, setiap lembaga di lingkungan PCNU harus memainkan peran sesuai kompetensi masing-masing, sehingga program yang dijalankan benar-benar efektif dan berdampak bagi masyarakat.

 

“Menjalankan organisasi itu seperti menggelar konser orkestrasi. Ada banyak pemain dengan keterampilan berbeda yang bergerak sesuai perannya untuk menghasilkan pertunjukan terbaik. Organisasi juga demikian, harus dijalankan oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dan kapabilitas pada bidangnya. Misalnya bidang kesehatan, maka yang menjadi eksekutor adalah orang yang memahami kesehatan, begitu pula bidang lainnya,” jelasnya.

 

Turmudzi menambahkan, pihaknya memberikan keleluasaan kepada masing-masing lembaga dalam menentukan pola gerak organisasi, termasuk mekanisme dan waktu pengukuhan kepengurusan. Menurutnya, kebebasan tersebut tetap berada dalam koridor nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah dan norma hukum yang berlaku.

 

“Sekitar 17 lembaga siap dikukuhkan dan Beberapa lembaga melaksanakanya secara mandiri, ada juga yang dikukuhkan secara kolektif oleh PCNU Banyuwangi. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada keinginan lembaga ingin dikukuhkan bagaimana dan kapan. Kami memberikan kebebasan dalam bergerak sepanjang masih dalam tataran Ahlussunnah wal Jama’ah serta norma hukum yang berlaku,” tegasnya.

 

Melalui semangat kolaborasi tersebut, PCNU Banyuwangi berharap seluruh lembaga mampu menjadi motor penggerak program keumatan yang lebih terstruktur, menyentuh kebutuhan warga NU, serta memperkuat kehadiran organisasi di tengah masyarakat Banyuwangi.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *