Lentera Sastra Banyuwangi

NgobisNU LPNU Banyuwangi, Langkah Awal Memetakan Potensi Ekonomi Warga NU

BANYUWANGI – Pengurus Cabang Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (PC LPNU) Banyuwangi menggelar NgobisNU (Ngobrol Bisnis NU) bersama MWCNU se-Banyuwangi, 5–6 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, berbagi pengalaman, sekaligus langkah awal untuk mengenali potensi ekonomi warga NU di berbagai wilayah.

Untuk memudahkan jangkauan dan komunikasi, kegiatan NgobisNU dilaksanakan dalam dua zona. Zona 1 yang mencakup wilayah utara ditempatkan di Kantor PCNU Banyuwangi, sedangkan Zona 2 untuk wilayah selatan dilaksanakan di Kantor PC LP Ma’arif NU di Kecamatan Srono.

Ketua PC LPNU Banyuwangi, Syafroni, menyampaikan bahwa NgobisNU tidak semata-mata berbicara tentang bisnis, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar untuk melihat lebih dekat berbagai potensi ekonomi yang tumbuh di tengah warga NU.

“Ini merupakan upaya kita untuk memotret dan membaca potensi ekonomi warga NU di tingkat bawah, baik MWC maupun ranting. Kita ingin melihat apa saja yang sudah dimiliki warga dan potensi apa yang bisa kita akomodasi untuk kemudian dikembangkan,” ungkapnya.

Menurut Syafroni, LPNU ingin mengambil peran sebagai penghubung dan pendamping agar potensi yang dimiliki warga dapat berkembang lebih optimal. LPNU, kata dia, tidak harus membuat usaha sendiri, tetapi justru mendorong dan memfasilitasi lahirnya pelaku-pelaku usaha baru dari kalangan warga NU.

“Kami dipercaya untuk ikut mendorong lahirnya usahawan-usahawan baru, bukan menciptakan produk usaha kami sendiri. Kami ingin menjadi jembatan, mediator dan instrumen bagi warga NU agar lebih mudah mengembangkan usaha sekaligus mendapatkan akses pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Syafroni menambahkan, kegiatan NgobisNU ini baru merupakan langkah awal. Hasil pemetaan dan informasi yang diperoleh dari masing-masing wilayah akan menjadi bahan untuk langkah selanjutnya.

“Ini adalah langkah awal. Berikutnya kita akan mencoba menghubungkan potensi-potensi warga tersebut dengan lembaga atau pihak yang memiliki keterkaitan, sehingga potensi yang sudah ada dapat memperoleh pendampingan dan peluang pengembangan yang lebih baik,” tuturnya.

Dengan pendekatan tersebut, LPNU Banyuwangi berharap potensi ekonomi warga tidak berjalan sendiri-sendiri. Berbagai usaha yang telah tumbuh di tingkat MWC maupun ranting dapat saling terhubung, diperkuat melalui kolaborasi, serta memiliki kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi memberikan pesan agar penguatan ekonomi benar-benar diarahkan pada peningkatan kesejahteraan warga NU.

Menurutnya, keberadaan LPNU memiliki peran strategis dalam mengupayakan agar warga NU semakin berdaya dan memiliki kemandirian ekonomi.

“Bagaimana warga NU tidak melarat lagi, itu menjadi salah satu tugas LPNU,” pesan H. Achmad Turmudzi.

Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar penguatan ekonomi warga dilakukan secara bertahap, terukur dan berkelanjutan, dengan mengoptimalkan potensi yang sudah dimiliki masyarakat.

Melalui NgobisNU, LPNU Banyuwangi berharap dapat membangun jejaring ekonomi warga NU yang lebih kuat, dengan menempatkan lembaga sebagai penghubung antara potensi warga, lembaga terkait, sumber daya dan akses pasar.

Dengan demikian, pengembangan ekonomi tidak hanya berorientasi pada lahirnya produk atau usaha baru, tetapi juga bagaimana warga NU yang telah memiliki potensi usaha dapat tumbuh, berkembang, dan semakin mandiri secara ekonomi.(HK)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *