BANYUWANGI — Upaya membentengi generasi muda dari berbagai ancaman dan pengaruh negatif terus mendapat perhatian dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Banyuwangi. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui silaturahmi dan audiensi jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) BKPRMI Kabupaten Banyuwangi dengan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jawa Timur di Banyuwangi, Senin (10/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, DPD BKPRMI Banyuwangi diwakili oleh Ketua Umum, H. Mujiono, SH, Pengurus Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi (LBHA), Alex Budi Setyawan, SH, MH, serta Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Inovasi (LPPEKIN), Sugito, SE. Sementara dari pihak Cabdin Pendidikan Jawa Timur di Banyuwangi, pertemuan diwakili oleh Bapak Agung selaku Kasubbag Tata Usaha (TU).
Audiensi tersebut menjadi momentum bagi BKPRMI untuk memperkenalkan keberadaan organisasi sekaligus menyampaikan sejumlah program yang akan dikembangkan, salah satunya “LPPRM Go To School”. Program tersebut menyasar pelajar tingkat SMA/SMK sebagai bagian dari upaya memperkenalkan BKPRMI di kalangan generasi muda sekaligus mengambil peran dalam mendukung program pemerintah di bidang pembinaan dan perlindungan pelajar.
Melalui program ini, BKPRMI ingin memberikan edukasi dan pembekalan kepada siswa agar memiliki pengetahuan serta ketahanan diri dalam menghadapi berbagai persoalan yang mengancam generasi muda. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain peredaran dan penyalahgunaan narkoba, kekerasan seksual, serta berbagai paham dan pengaruh negatif yang dapat mengancam karakter dan kehidupan sosial-keagamaan pelajar, termasuk pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
“BKPRMI ingin hadir sebagai mitra bagi pemerintah dan sekolah dalam membangun karakter generasi muda. Program LPPRM Go To School bukan hanya untuk memperkenalkan BKPRMI, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama memberikan edukasi dan pembekalan kepada pelajar agar mereka mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif,” ujar Ketua Umum DPD BKPRMI Banyuwangi dalam audiensi tersebut.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, sinergi antara organisasi kepemudaan, pemerintah, dan lembaga pendidikan menjadi sangat penting.
“Anak-anak kita perlu dibekali, bukan hanya secara akademik, tetapi juga karakter, akhlak, wawasan keagamaan, serta pemahaman tentang berbagai risiko yang ada di lingkungan mereka,” lanjutnya.
Gayung bersambut. Pihak Cabdin Pendidikan Jawa Timur di Banyuwangi menyambut positif gagasan yang disampaikan DPD BKPRMI Banyuwangi. Melalui Kasubbag TU, Bapak Agung menyampaikan bahwa program tersebut dinilai memiliki sisi positif dan sejalan dengan kebutuhan pembinaan generasi muda di lingkungan sekolah. Pihak Cabdin juga menyatakan akan menyampaikan hasil audiensi dan program yang ditawarkan BKPRMI tersebut kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Banyuwangi untuk mendapatkan tindak lanjut.
“Kami mendukung program yang disampaikan BKPRMI. Nanti akan kami laporkan kepada Kepala Cabang Dinas dan kami juga akan membantu mensosialisasikan program ini kepada MKKS,” ujar Agung.
Dengan dukungan tersebut, terbuka peluang bagi BKPRMI untuk membangun kolaborasi dan komunikasi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK di Kabupaten Banyuwangi. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk pelaksanaan program “LPPRM Go To School” di sejumlah sekolah, dengan menghadirkan kegiatan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pelajar.
Bagi BKPRMI Banyuwangi, dukungan dari Cabdin Pendidikan menjadi langkah awal yang penting untuk memperluas kontribusi organisasi dalam pembinaan generasi muda. Ke depan, BKPRMI berharap program tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi konkret dengan sekolah dan pemangku kepentingan terkait.
“LPPRM Go To School” diharapkan menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih aman, sehat, religius, dan mampu membentuk generasi muda Banyuwangi yang berkarakter, berakhlak, serta memiliki ketahanan terhadap berbagai pengaruh negatif. Silaturahmi dan audiensi tersebut pun menjadi penanda awal terbentuknya ruang kolaborasi antara BKPRMI Banyuwangi dan Cabdin Pendidikan Jawa Timur, khususnya dalam mewujudkan pembinaan generasi muda yang lebih komprehensif.