Lentera Sastra Banyuwangi
5 April 2026

Festival Literasi Daring MTs Maulana Ishaq Kabat Libatkan SD dan MI di Banyuwangi

oplus_0

BANYUWANGI, (Lensa Banyuwangi) Di tengah riuhnya dunia digital yang menembus batas ruang dan waktu, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Maulana Ishaq, Kecamatan Kabat, menorehkan jejaknya dengan Festival Literasi berbasis daring. Festival ini, yang merangkul peserta dari Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kabupaten Banyuwangi, menjelma menjadi panggung imajinasi yang tak terbatas oleh dinding kelas atau jarak antar desa.

Kepala MTs Maulana Ishaq Kabat, Rustam Effendi, S.Pd.I, menyebut pilihan daring bukan sekadar kemudahan, melainkan jembatan agar kreativitas anak-anak menjangkau cakrawala lebih luas. “Peserta cukup direkam di sekolah masing-masing, kemudian video itu menjadi saksi kemampuan mereka bagi dewan juri,” ujarnya, seolah merangkai keajaiban dari layar kecil yang menyimpan dunia besar.

Dewan juri festival ini adalah tokoh-tokoh literasi Banyuwangi: Syafaat Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Joko Wiyono Redaktur media online ActaNews.Id, serta Andi Budi Setiawan, Ketua Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (Kopiwangi). Mereka menatap setiap penampilan anak-anak sebagai kilau potensi yang belum sepenuhnya terjamah.

Pada babak final, Sabtu (4/4/2026), gemuruh kreativitas tetap mengalir melalui layar. Peserta yang melaju ke tahap ini telah menyingkap bakat terbaiknya dalam bentuk video, menjaga praktik, kejujuran, dan semangat bermain kata tetap hidup. Syafaat mencatat, “Banyak peserta belajar tidak hanya dari guru, tetapi juga dari para praktisi. Potensi mereka sungguh luar biasa.”

Festival ini mempertemukan berbagai cabang seni kata: pidato, puisi, dan mendongeng—masing-masing menjadi jendela bagi anak-anak untuk menyalurkan imajinasi, keberanian, dan suara hati mereka. Metode daring ini pun menunjukkan bahwa literasi tak lagi terbatas ruang fisik, melainkan dapat meluas seiring teknologi yang mendekatkan, bukan menjauhkan.

Rustam menegaskan, “Metode seperti ini patut dicontoh lembaga lain. Teknologi membuat pembelajaran lebih menarik, efektif, dan inklusif.” MTs Maulana Ishaq Kabat berharap festival ini menjadi oasis kreativitas bagi generasi muda, tempat mereka menumbuhkan kemampuan berbahasa, berekspresi, dan membiarkan imajinasi menari di tengah arus zaman yang terus berubah.

Dalam setiap video yang dikirim, setiap kata yang dibacakan, dan setiap cerita yang dilontarkan, tersimpan secercah harapan bahwa literasi akan terus menjadi cahaya yang menuntun langkah anak-anak Banyuwangi menuju dunia yang lebih luas dan penuh makna.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *