Lentera Sastra Banyuwangi
11 Mei 2026

PCNU Banyuwangi Gelar Raker Perdana di Ponpes Al-Falah, Fokus Perkuat Sinergi dan Program Kemaslahatan

Peserta Rapat Kerja PC-NU Banyuwangi

BANYUWANGI (Lentera Sastra)  Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi mengadakan rapat kerja perdana masa khidmat kepengurusan di Pondok Pesantren Al-Falah, Purwoharjo, Sabtu (9/5/2026). Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk menyusun arah kebijakan dan program strategis NU Banyuwangi dalam beberapa tahun mendatang.

Kegiatan diikuti jajaran pengurus harian PCNU Banyuwangi, Rais Syuriyah KH Fakhrudin Manan, para pimpinan lembaga dan badan otonom (banom), serta pengurus MWCNU dari berbagai kecamatan di Banyuwangi. Suasana rapat berlangsung penuh kekeluargaan dengan semangat memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.

Dalam rapat kerja itu, berbagai isu strategis dibahas mulai dari penguatan pelayanan umat, kaderisasi, pendidikan pesantren, pengembangan ekonomi warga nahdliyin, hingga pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Forum juga merumuskan sejumlah rekomendasi organisasi sebagai pijakan gerakan PCNU Banyuwangi ke depan.

Pembahasan program mengacu pada Rencana Strategis PBNU 2023–2027 yang menekankan pentingnya penguatan jam’iyah dan jamaah, tata kelola organisasi yang profesional, penguatan pelayanan sosial-keagamaan, serta pembangunan keluarga maslahat sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

Ketua PCNU Banyuwangi, Achmad Turmudi, menyampaikan bahwa rapat kerja bukan hanya agenda administratif organisasi, tetapi menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi, menyatukan gagasan, dan memperkuat kolaborasi seluruh elemen NU.

“Raker ini menjadi momentum menyusun langkah bersama. Ke depan, evaluasi program akan dilakukan setiap tahun agar seluruh kegiatan PCNU, lembaga, dan banom benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan program organisasi sangat bergantung pada kekompakan seluruh unsur NU, mulai dari pengurus cabang, lembaga, banom, hingga MWCNU di tingkat kecamatan.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH Fakhrudin Manan mengingatkan pentingnya menjaga nilai khidmat dan kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, Nahdlatul Ulama harus tetap menjadi perekat umat sekaligus penjaga nilai keislaman dan kebangsaan.

“NU dibangun dengan semangat pengabdian. Karena itu, kebersamaan dan keikhlasan harus terus dijaga agar organisasi tetap membawa manfaat bagi umat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Bupati Banyuwangi diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Yusdi Irawan, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kiprah Nahdlatul Ulama dalam bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan di Banyuwangi.

Selain menyusun rencana kerja, forum juga menghasilkan sejumlah rekomendasi penting terkait penguatan pelayanan masyarakat, peningkatan kualitas kaderisasi, pengembangan ekonomi umat, serta sinergi program antara NU dan pemerintah daerah.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang jalannya forum. Berbagai gagasan dan pandangan disampaikan untuk memperkuat kontribusi NU Banyuwangi dalam menjawab tantangan sosial dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

By redaksi

Lentera Sastra Banyuwangi merupakan wadah Literasi, Seni dan Budaya Banyuwangi dan Indonesia

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *