Banyuwangi – Sebanyak 24 perguruan pencak silat di Kabupaten Banyuwangi turut ambil bagian dalam proses pemilihan kepengurusan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banyuwangi yang digelar pada Senin, 1 Juni 2026, di Gedung DPRD Kabupaten Banyuwangi, bertepatan dengan momentum Hari Lahir Pancasila. Forum tersebut menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi pencak silat di Bumi Blambangan, sekaligus merefleksikan semangat persatuan, musyawarah, dan sportivitas yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Dalam proses pemilihan, muncul dua kandidat yang maju sebagai calon ketua, yakni Ahmad Syifa Nailul Wafar atau yang akrab disapa Gus Syifa, dan Suwito. Sosok Gus Syifa sendiri dikenal luas sebagai Ketua PC Pagar Nusa Banyuwangi, organisasi pencak silat di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang aktif melakukan pembinaan kader serta pelestarian seni bela diri tradisional.
Pemungutan suara berlangsung secara demokratis dengan melibatkan seluruh perguruan yang memiliki hak suara. Berdasarkan hasil perhitungan akhir, Ahmad Syifa Nailul Wafar memperoleh 14 suara, unggul atas Suwito yang meraih 10 suara. Dengan hasil tersebut, Gus Syifa resmi mendapatkan amanah untuk menakhodai IPSI Banyuwangi pada periode mendatang.
Pelaksanaan pemilihan tersebut turut mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, IPSI Jawa Timur, hingga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan dunia pencak silat di Banyuwangi.
Ketua KONI Banyuwangi, Khoirullah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan prestasi olahraga, khususnya cabang pencak silat, yang selama ini dikenal memiliki potensi besar melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat regional maupun nasional. Menurutnya, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan agar prestasi Banyuwangi semakin meningkat.
“IPSI memiliki peran penting dalam mencetak atlet-atlet unggulan. Dengan tata kelola yang baik serta pembinaan yang terarah, pencak silat Banyuwangi diharapkan mampu menorehkan prestasi yang lebih membanggakan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan IPSI Jawa Timur, Hosli Abdullah, menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi sebagai fondasi kemajuan lembaga. Ia berharap administrasi dan pelaporan di tubuh IPSI dapat berjalan secara tertib, profesional, dan akuntabel sebagai bagian dari penguatan kelembagaan.
“Organisasi yang baik harus ditopang administrasi yang tertib dan pelaporan yang akuntabel. Dengan demikian, program pembinaan dapat berjalan maksimal dan berkesinambungan,” ungkap Hosli Abdullah.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Banyuwangi, Dwi Handayani, menyampaikan bahwa IPSI diharapkan mampu menjalankan fungsi strategisnya, baik dalam peningkatan prestasi maupun pengembangan olahraga di tengah masyarakat. Selain fokus pada pembinaan atlet, IPSI juga diharapkan semakin aktif dalam mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga, sehingga pencak silat tidak hanya berkembang sebagai cabang olahraga prestasi, melainkan juga menjadi bagian dari budaya hidup sehat serta pembentukan karakter generasi muda.
Dengan kepemimpinan baru di bawah Ahmad Syifa Nailul Wafar, harapan besar disematkan kepada IPSI Banyuwangi agar semakin solid dalam membangun prestasi, memperkuat pembinaan atlet, menjaga harmonisasi antarperguruan, sekaligus memperluas peran pencak silat di tengah masyarakat Banyuwangi.
