Lentera Sastra Banyuwangi
2 Juni 2026

LPNU Banyuwangi Susun Program “Warga NU Naik Kelas”, Cetak Pengusaha Berkualitas untuk Kesejahteraan Umat

Banyuwangi – Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Cabang Banyuwangi mulai mematangkan langkah strategis penguatan ekonomi warga Nahdliyin melalui penyusunan program unggulan bertajuk “Warga NU Naik Kelas, Menjadi Pengusaha Berkualitas.” Program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang meeting PCNU Banyuwangi, pada Senin, 1 Juni 2026.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri jajaran pengurus LPNU Banyuwangi serta sejumlah unsur terkait yang berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi warga NU di Kabupaten Banyuwangi. Forum itu menjadi ruang konsolidasi gagasan dalam merumuskan langkah konkret pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas Nahdliyin.

Ketua PC LPNU Banyuwangi, Ahmad Syafroni, menegaskan bahwa LPNU harus hadir sebagai motor penggerak ekonomi umat dengan menghadirkan program yang inovatif, aplikatif, dan menyentuh kebutuhan warga NU secara langsung. Menurutnya, penguatan ekonomi warga Nahdliyin memerlukan strategi yang sistematis, mulai dari edukasi, pendampingan, hingga perluasan akses usaha.

“Sudah saatnya warga NU tidak hanya menjadi konsumen, tetapi menjadi pelaku usaha yang mandiri, tangguh, dan memiliki daya saing. Karena itu, kami ingin melahirkan pengusaha-pengusaha berkualitas, baik yang baru merintis maupun yang telah menjalankan usaha agar semakin berkembang dan berdaya,” ungkap Ahmad Syafroni dalam arahannya.

Ia memberikan sinyal kuat kepada seluruh jajaran pengurus LPNU Banyuwangi agar lebih inovatif dalam menyusun program kerja. Menurutnya, pendekatan konvensional saja tidak cukup untuk menjawab tantangan ekonomi masyarakat saat ini. LPNU dituntut mampu membaca peluang usaha, perkembangan teknologi, hingga perubahan pola pasar yang semakin dinamis.

Dalam konsep awal yang dibahas, program “Warga NU Naik Kelas” diarahkan pada beberapa fokus utama, di antaranya pelatihan kewirausahaan berbasis kebutuhan lokal, pendampingan usaha mikro dan kecil milik warga Nahdliyin, penguatan pemasaran digital, pengembangan jaringan bisnis antarwarga NU, serta peningkatan kualitas manajemen usaha.

LPNU Banyuwangi juga merancang skema pembinaan yang tidak berhenti pada pelatihan semata, melainkan pendampingan berkelanjutan agar usaha warga dapat bertahan dan berkembang. Pendampingan tersebut mencakup penguatan legalitas usaha, pengemasan produk, strategi branding, akses permodalan, hingga pengembangan pasar.

“Yang kita bangun bukan hanya semangat berdagang, tetapi mental kewirausahaan yang kuat. Pengusaha NU harus memiliki kualitas, integritas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kita ingin ada transformasi ekonomi warga yang nyata,” tambahnya.

Program ini juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pelaku usaha Nahdliyin untuk saling belajar, memperluas jejaring, serta membangun kolaborasi usaha yang saling menguatkan. LPNU Banyuwangi menilai bahwa potensi ekonomi warga NU sangat besar, namun membutuhkan tata kelola dan pengorganisasian yang lebih terarah.

Selain mencetak pengusaha baru, LPNU Banyuwangi ingin memastikan para pelaku usaha yang telah berjalan memperoleh ruang penguatan kapasitas agar mampu meningkatkan skala bisnisnya. Dengan demikian, gerakan ekonomi Nahdlatul Ulama tidak berhenti pada slogan, melainkan menjadi kekuatan riil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rapat koordinasi tersebut berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dan gagasan dari pengurus mengenai model pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan karakter masyarakat Banyuwangi. Beberapa usulan strategis yang mengemuka meliputi pembentukan komunitas pengusaha NU, marketplace produk warga Nahdliyin, hingga pelatihan usaha berbasis potensi desa.

Melalui program “Warga NU Naik Kelas, Menjadi Pengusaha Berkualitas,” LPNU Banyuwangi berharap lahir ekosistem ekonomi Nahdliyin yang kuat, produktif, dan berkelanjutan. Harapan besarnya, kesejahteraan warga NU dapat tumbuh melalui semangat kemandirian ekonomi yang dibangun bersama secara terstruktur dan masif.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *