Banyuwangi – Semangat membangun generasi unggul melalui pendidikan berbasis nilai keislaman dan kebangsaan tampak menggelora dalam kegiatan Launching GASNU (Gerakan Ayo Sekolah Madrasah NU) 2026 yang digelar LP Ma’arif PCNU Banyuwangi di Stadion Untung Suropati Muncar, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh stakeholder pendidikan LP Ma’arif NU se-Kabupaten Banyuwangi, mulai jajaran PCNU Banyuwangi, pengurus LP Ma’arif NU, Ketua MWC Ma’arif NU se-Banyuwangi, kepala sekolah dan kepala madrasah, guru MI, MTs, MA, SD, SMP, SMA/SMK Ma’arif, hingga unsur penggerak pendidikan Nahdlatul Ulama dari berbagai kecamatan.
Launching GASNU menjadi momentum memperkuat gerakan bersama dalam mengajak masyarakat semakin yakin dan bangga menyekolahkan putra-putrinya di sekolah serta madrasah Nahdlatul Ulama. Dengan mengusung tema “Bersama NU Wujudkan Generasi Berilmu, Berakhlak, dan Berdaya Saing”, kegiatan berlangsung semarak dengan penuh optimisme.
Ketua PCNU Banyuwangi, KH. Achmad Turmudzi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan merupakan jantung peradaban Nahdlatul Ulama. Menurutnya, sekolah dan madrasah NU memikul amanah besar untuk melahirkan generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, mencintai tanah air, serta memiliki fondasi keagamaan yang kokoh.
“Madrasah dan sekolah NU harus menjadi pilihan utama masyarakat. Kita harus unggul dalam kualitas, pelayanan, dan inovasi. NU memiliki tanggung jawab besar menyiapkan generasi yang alim, cerdas, moderat, serta mampu menjawab tantangan zaman,” tegas KH. Achmad Turmudzi di hadapan peserta launching.
Ia juga mengajak seluruh elemen pendidikan Ma’arif NU memperkuat kolaborasi dan semangat gotong royong dalam membesarkan lembaga pendidikan NU. Menurutnya, keberhasilan pendidikan membutuhkan keterlibatan bersama dari guru, kepala sekolah, wali murid, alumni, serta seluruh warga Nahdliyin.
“Kalau kita ingin NU besar di masa depan, maka sekolah dan madrasah NU harus besar hari ini. Semua harus bergerak, semua harus ikut memiliki,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PC LP Ma’arif NU Banyuwangi menyampaikan bahwa GASNU 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkuat branding, mutu pendidikan, dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan Ma’arif NU di Banyuwangi.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh stakeholder pendidikan sebagai bagian dari penggerak kemajuan lembaga masing-masing.
“Gerakan ini lahir dari kesadaran bersama bahwa pendidikan NU harus terus berkembang, adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus kokoh menjaga nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah. Karena itu, semangatnya adalah Kabeh Obah, Kabeh Dadi Humas—semua bergerak, semua menjadi penyambung informasi dan kabar baik lembaga,” ujarnya.
Menurutnya, guru, kepala sekolah, alumni, wali murid, dan pengurus NU memiliki peran penting dalam menyebarluaskan capaian, prestasi, dan perkembangan positif sekolah maupun madrasah NU kepada masyarakat luas.
Rangkaian launching diawali pra-acara berupa senam bersama dan pentas seni, dilanjutkan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathon, tahlil, sambutan, doa bersama, hingga sesi siaran pers sebagai penanda dimulainya Gerakan Ayo Sekolah Madrasah NU (GASNU) 2026 di Kabupaten Banyuwangi.
Melalui GASNU, LP Ma’arif NU Banyuwangi berharap sekolah dan madrasah NU semakin maju, unggul, berkarakter, serta mampu melahirkan generasi religius, berintegritas, dan berdaya saing di tengah perkembangan zaman.
