Lentera Sastra Banyuwangi
2 Juni 2026

Ansor Night Fun Run 5K Banyuwangi, Menapak Jejak Pendiri Ansor dalam Semangat Sehat dan Kebersamaan

BANYUWANGI (Lentera Sastra)  Malam akhir pekan di Banyuwangi terasa berbeda pada Sabtu (30/5/2026). Di bawah langit malam yang teduh, ratusan pemuda berlari menyusuri jalanan kota bukan sekadar untuk berolahraga, tetapi juga menapaki jejak sejarah perjuangan para ulama pendiri Gerakan Pemuda Ansor.

Kegiatan Ansor Night Fun Run 5K yang digelar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Banyuwangi dalam rangka memperingati Hari Lahir GP Ansor ke-92 berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sebanyak 700 peserta yang terdiri atas kader Ansor, badan otonom Nahdlatul Ulama, serta masyarakat umum turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Mengambil titik start di Gesibu Blambangan, para peserta menempuh rute sepanjang lima kilometer yang melewati sejumlah lokasi bersejarah di Banyuwangi. Di antaranya kawasan kelahiran Kyai Saleh Lateng di Kelurahan Lateng, Masjid Agung Baiturrahman, kawasan Perliman, hingga berakhir di Taman Blambangan.

Bagi para peserta, lintasan malam itu bukan hanya jalan yang dilalui kaki, tetapi juga ruang mengenang perjuangan para pendahulu. Setiap langkah seolah menjadi ikhtiar merawat ingatan terhadap ulama yang telah menanamkan nilai pengabdian, persatuan, dan kecintaan kepada bangsa.

Ketua Ansor RUN, Dani Ainur Rofiq, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sengaja dirancang sebagai bentuk napak tilas sejarah yang dikemas dengan pendekatan kekinian agar lebih dekat dengan generasi muda.

Menurutnya, salah satu titik penting yang dilalui peserta adalah kawasan kelahiran Kyai Saleh Lateng, tokoh ulama Banyuwangi yang bersama KH Abdul Wahab Chasbullah memiliki peran besar dalam lahirnya GP Ansor yang dideklarasikan di Banyuwangi pada 24 April 1934.

“Jadi napak tilas sejarah itu kita kemas kekinian melalui event lari ini, sebagai upaya mengenalkan sejarah perjuangan pendiri GP Ansor kepada generasi muda,” ujar Dani.

Ia menambahkan, tingginya animo peserta menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi media efektif untuk membangun kesadaran sejarah dan memperkuat solidaritas generasi muda. Selain peserta dari Banyuwangi, kegiatan ini juga diikuti pelari dari berbagai daerah seperti Indramayu, Ponorogo, Pasuruan, Situbondo, dan sejumlah kota lainnya.

Ketua PC GP Ansor Banyuwangi, Arvy Rizaldy, mengapresiasi kreativitas kader Ansor yang mampu menghadirkan kegiatan olahraga dengan muatan edukasi sejarah dan nilai kebersamaan.

Menurut Arvy, kegiatan tersebut dapat menjadi budaya baru yang positif bagi kalangan muda. Selain menjaga kesehatan fisik, peserta juga diajak memahami perjalanan panjang organisasi yang lahir dari semangat perjuangan para ulama dan santri.

“Ini menjadi inisiatif yang bagus dan bisa menjadi culture baru bagi generasi muda. Selain sehat lewat olahraga, juga ada nilai sejarah dan kebersamaan yang dibangun dalam event ini,” katanya.

Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Dwi Handayani. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan fisik dan mental generasi muda.

Menurut Yani, Ansor Night Fun Run 5K bukan hanya menghadirkan aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk mengenang perjuangan para pendiri GP Ansor yang telah mewariskan semangat pengabdian kepada agama, bangsa, dan masyarakat.

“Dispora sangat mendukung agenda ini, karena selaras dengan visi pembangunan ketahanan jasmaniah dan mentalitas pemuda,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yani menyebut kegiatan tersebut turut memberikan dampak ekonomi melalui penyelenggaraan Pasar Sahabat yang melibatkan sekitar 20 pelaku UMKM binaan Ansor. Kehadiran pasar tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi kader dan masyarakat.

“Night Fun Run 5K bukan sekadar mengejar garis finish, tetapi sebagai simbol langkah konsisten pemuda untuk bergerak maju,” tegasnya.

Di tengah gemerlap lampu kota dan semangat para pelari yang memenuhi jalanan Banyuwangi, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa sejarah tidak hanya dapat dibaca dalam lembaran buku. Ia juga dapat dihidupkan melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. Sebagaimana para pendiri Ansor dahulu menapakkan jejak perjuangan dengan keikhlasan dan pengabdian, generasi muda hari ini diajak melanjutkan estafet itu dengan semangat sehat, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama.

Ansor Night Fun Run 5K pun menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga. Ia menjelma menjadi pertemuan antara semangat masa lalu dan harapan masa depan, di mana setiap langkah yang ditempuh bukan hanya menuju garis akhir, tetapi juga menuju penguatan karakter dan nilai-nilai kebangsaan yang terus hidup di hati generasi muda. (syf)

By redaksi

Lentera Sastra Banyuwangi merupakan wadah Literasi, Seni dan Budaya Banyuwangi dan Indonesia

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *