Banyuwangi, 29 Juli 2026 – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Banyuwangi menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan pesantren yang aman dan berkeadilan dengan menghadiri Simposium yang diselenggarakan oleh LAKPESDAM PCNU Banyuwangi di Hotel Kokoon Banyuwangi, Rabu (29/7/2026).
DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi diwakili oleh Ketua Umum H. Mujiono, S.H., Direktur Daerah LPPSDM KH. Ach. Zakaria, serta Wakil Direktur Daerah LPPEKIN Sugito, S.E. Kehadiran jajaran pengurus BKPRMI menjadi bentuk dukungan terhadap upaya kolaboratif dalam memperkuat sistem pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pesantren.
Mengusung tema “Riset Strategi Memecah Keheningan Struktural: Rekomendasi Strategis dalam Pencegahan Kekerasan Seksual di Pesantren”, simposium menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ketua LAKPESDAM PCNU Banyuwangi Purnomo, S.Sos., M.Si. serta Rektor Universitas Islam Cordoba Banyuwangi sekaligus Ketua Dewan Pakar LAKPESDAM PCNU Banyuwangi Prof. Agus Trihartono, S.Sos., M.A., Ph.D. Kedua pemateri mengupas pentingnya hasil riset sebagai dasar penyusunan kebijakan dan penguatan tata kelola pesantren yang mampu mencegah serta menangani kasus kekerasan seksual secara sistematis dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, para peserta diajak memahami bahwa upaya pencegahan kekerasan seksual memerlukan keberanian memutus budaya diam (silent culture) melalui penguatan regulasi, pendidikan, mekanisme pelaporan yang aman, serta sinergi antara lembaga keagamaan, pesantren, pemerintah, dan masyarakat.
Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, H. Mujiono, S.H., menyampaikan bahwa BKPRMI mendukung penuh setiap ikhtiar yang bertujuan menciptakan ruang pendidikan keagamaan yang aman, bermartabat, dan melindungi seluruh peserta didik.
“Isu perlindungan terhadap santri merupakan tanggung jawab bersama. BKPRMI siap bersinergi dengan seluruh elemen, termasuk LAKPESDAM PCNU Banyuwangi, dalam memperkuat edukasi, pembinaan karakter, serta pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan Islam,” ujarnya.
Selain simposium, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Prosesi Pengukuhan Pengurus LAKPESDAM PCNU Banyuwangi Masa Khidmat 2026–2031. Momentum ini diharapkan menjadi awal penguatan peran LAKPESDAM sebagai lembaga strategis dalam pengembangan riset, pemberdayaan masyarakat, serta penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis data untuk menjawab berbagai tantangan sosial di Kabupaten Banyuwangi.
Melalui kehadiran dalam kegiatan ini, DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi lintas organisasi dalam mewujudkan ekosistem pendidikan Islam yang aman, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan hak-hak anak serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan.