Lentera Sastra Banyuwangi

LKNU Banyuwangi Bekali Santri Ponpes Al Futuhiyah Pemahaman Pencegahan Pergaulan Bebas

BANYUWANGI – Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Banyuwangi terus memperkuat edukasi kesehatan bagi kalangan remaja melalui sosialisasi pencegahan pergaulan bebas di Pondok Pesantren Al Futuhiyah, Desa Trembokrejo, Banyuwangi, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Sekretaris LKNU Banyuwangi, Bd. Diah Fitrianingsih, S.Keb., Ch., yang juga menjabat sebagai Direktur Klinik Dokter Didik (KDS). Dalam paparannya, ia mengajak para santri memahami pentingnya menjaga kehormatan diri, membangun pergaulan yang sehat, serta meningkatkan kesadaran terhadap dampak negatif pergaulan bebas terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan.

Menurut Diah, masa remaja merupakan periode yang penuh tantangan. Arus informasi yang semakin terbuka melalui media digital menuntut generasi muda memiliki kemampuan menyaring pengaruh yang datang dari lingkungan sekitarnya.

“Pencegahan tidak cukup dilakukan dengan larangan semata. Remaja harus diberikan pemahaman yang benar, pendampingan, dan ruang dialog agar mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab,” jelasnya.

Pihak Pondok Pesantren Al Futuhiyah menyambut baik kegiatan tersebut. Salah satu pimpinan pesantren yang juga Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Ahmad Masruhan Hamidi, menilai sosialisasi seperti ini penting sebagai pelengkap pendidikan karakter yang telah dibangun di lingkungan pesantren.

Ia berharap para santri dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang positif, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, para santri tampak antusias mengikuti materi dan aktif berdialog mengenai berbagai persoalan yang sering dihadapi remaja. Suasana interaktif tersebut menjadi sarana bagi peserta untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial.

Melalui kegiatan ini, LKNU Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan edukasi kesehatan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan pesantren. Sinergi antara pendidikan keagamaan dan pendidikan kesehatan diharapkan mampu melahirkan generasi muda Nahdliyin yang berakhlak mulia, sehat, tangguh, serta siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.(Tim)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *