Banyuwangi (Lentera Sastra) Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, sebanyak 48 masjid di Kabupaten Banyuwangi dipersiapkan menjadi Masjid Ramah Pemudik (MRP) 2026. Masjid-masjid tersebut disiapkan sebagai tempat singgah bagi para pemudik untuk beristirahat, beribadah, dan mendapatkan berbagai layanan dasar selama perjalanan menuju kampung halaman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, Jumat (06/03/2026) menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk pelayanan keagamaan sekaligus pelayanan sosial bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Sebanyak 48 masjid di Banyuwangi siap menjadi Masjid Ramah Pemudik. Masjid-masjid ini berada di jalur strategis yang banyak dilalui pemudik, mulai dari Wongsorejo hingga Kalibaru, serta dari kawasan Licin hingga Pesanggaran,” ujar Chaironi.
Menurutnya, keberadaan Masjid Ramah Pemudik menjadi upaya untuk menghidupkan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan bagi masyarakat, khususnya para musafir yang membutuhkan tempat beristirahat.
Berdasarkan data Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, 48 masjid yang masuk dalam program Masjid Ramah Pemudik 2026 tersebut tersebar di berbagai kecamatan, antara lain:
Masjid Baiturrohman (Bangorejo), Masjid Baitur Rohim (Banyuwangi), Masjid Agung Baiturrahman (Banyuwangi), Masjid Jami’ Al Falah (Cluring), Masjid Al-Amien (Gambiran), Masjid Madani (Gambiran), Masjid As-Sidiq (Genteng), Masjid Baiturrahman (Genteng), Masjid Baiturrohman (Genteng), Masjid Darul Ishlah (Genteng), Masjid Al Hilal (Giri), Masjid Baitul Ma’wa (Giri), Masjid Uswatun Hasanah (Giri), Masjid Al Ikhlas (Glagah), Masjid Al Ikhlas (Glagah), Masjid Baitul Amin (Glenmore), Masjid Sabilal Muttaqin (Glenmore), Masjid Baiturrahman (Kabat), Masjid Baiturrohmah (Kabat), Masjid Nurul Ummah (Kabat), Masjid Sahat Makkah Almukarromah (Kabat), Masjid Nurul Huda (Kalibaru), Masjid Abnaissabil (Kalipuro), Masjid Al Huda (Kalipuro), Masjid Nurul Hidayah (Kalipuro), Masjid Uswatun Hasanah (Kalipuro), Masjid Nurus Salam (Licin), Masjid At-Taqwa (Muncar), Masjid Baitus Sholihin (Muncar), Masjid Baitus Salam (Pesanggaran), Masjid Al-Mujahidin (Purwoharjo), Masjid Besar Baitrur Rohim (Rogojampi), Masjid Rohmat (Rogojampi), Masjid At Taqwa (Rogojampi), Masjid An Nur (Rogojampi), Masjid Baiturrohman (Siliragung), Masjid Nurul Huda (Siliragung), Masjid Sunan Giri (Singojuruh), Masjid Nuruddin (Singojuruh), Masjid Fadlillah (Songgon), Masjid Al-Muttaqin (Srono), Masjid Besar At-Taqwa (Tegaldlimo), Masjid Baitur Rahim (Wongsorejo), Masjid Baitur Rahmah (Wongsorejo), Masjid Baiturrahman (Wongsorejo), Masjid Baiturrahman Rahman (Wongsorejo), Masjid Darussalam (Wongsorejo), dan Masjid Nurul Karim (Wongsorejo).
Dalam program ini, masjid-masjid yang menjadi titik Masjid Ramah Pemudik menyediakan sejumlah layanan bagi para musafir, di antaranya membuka akses masjid selama 24 jam, menjaga keamanan masjid dan area parkir, menyediakan toilet bersih dan air wudu, menyediakan fasilitas pengisian daya (charging station) untuk gawai, menyediakan tempat salat yang nyaman, menyediakan area istirahat bagi pemudik, menyediakan pusat informasi perjalanan, serta menyediakan air minum atau makanan ringan.
Selain itu, beberapa masjid juga memiliki kapasitas parkir kendaraan dan daya tampung jamaah yang cukup besar, sehingga memungkinkan pemudik beristirahat dengan aman dan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan.
Chaironi berharap program ini dapat menjadi bagian dari pelayanan umat sekaligus menghadirkan wajah masjid yang terbuka dan ramah bagi siapa saja.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga rumah bagi para musafir. Melalui Masjid Ramah Pemudik, kita ingin menghadirkan masjid yang melayani, memberi kenyamanan, dan membawa keberkahan bagi para pemudik,” pungkasnya.
Program Masjid Ramah Pemudik 2026 ini diharapkan dapat membantu menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman, nyaman, dan penuh nilai kebersamaan selama momentum Idulfitri 1447 Hijriah.
