Lentera Sastra Banyuwangi
15 Maret 2026

Optimalisasi Fungsi Masjid dalam Mendukung Arus Mudik: Banyuwangi Siapkan Puluhan Titik Layanan Terpadu

BANYUWANGI (Lentera Sastra) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperkuat kesiapan pelayanan publik menjelang arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah melalui pengembangan program Masjid Ramah Pemudik (MRP). Program tersebut dimatangkan melalui rapat koordinasi daring yang digelar pada Sabtu (14/3/2026), dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Banyuwangi, Muhammad Yanuar Bramudya. Rapat tersebut diikuti oleh para camat, Kepala KUA Kecamatan, pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), pengelola masjid, serta perwakilan ormas keagamaan sejumlah perangkat daerah terkait.

Dalam forum koordinasi tersebut, Bramudya menegaskan bahwa program Masjid Ramah Pemudik merupakan langkah strategis dalam mengintegrasikan fungsi keagamaan dengan pelayanan sosial masyarakat. Menurutnya, masjid memiliki potensi besar sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan layanan kemanusiaan bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran fasilitas singgah di masjid bukan sekadar memberikan tempat istirahat bagi pemudik, melainkan juga menjadi bagian dari upaya menguatkan peran masjid sebagai pusat aktivitas sosial dan kemasyarakatan. Dengan demikian, masjid diharapkan dapat berkontribusi secara nyata dalam menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman, nyaman, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Bramudya juga menyampaikan bahwa Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memberikan dukungan penuh terhadap implementasi program tersebut. Pemerintah daerah memandang program ini sebagai salah satu bentuk inovasi pelayanan publik berbasis komunitas yang mampu menghadirkan suasana ramah bagi para pemudik yang melintasi wilayah Banyuwangi.

Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa sebanyak 13 masjid utama telah ditetapkan sebagai pusat layanan bagi pemudik. Selain itu, terdapat 35 masjid tambahan yang akan berfungsi sebagai titik pendukung layanan. Seluruh lokasi tersebut tersebar di sepanjang jalur utama transportasi yang menghubungkan wilayah Wongsorejo hingga Kalibaru, yang dikenal sebagai koridor strategis perlintasan kendaraan saat musim mudik.

Berbagai fasilitas pendukung disiapkan di masjid-masjid tersebut untuk menunjang kebutuhan pemudik selama perjalanan. Fasilitas yang disediakan meliputi ruang istirahat, sarana ibadah, fasilitas sanitasi, hingga layanan tambahan seperti terapi pijat untuk membantu pemudik mengurangi kelelahan fisik setelah menempuh perjalanan panjang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Amir Hamzah, menambahkan bahwa layanan kesehatan dasar juga menjadi bagian integral dari program ini. Setiap masjid yang menjadi titik layanan akan memiliki penanggung jawab atau person in charge (PIC) yang telah mendapatkan pembekalan mengenai penanganan kesehatan dasar.

Selain itu, layanan kesehatan di setiap lokasi juga akan mendapat dukungan dari tenaga medis yang bertugas di Puskesmas terdekat. Skema dukungan tersebut disiapkan untuk memastikan bahwa pemudik yang mengalami gangguan kesehatan dapat segera memperoleh penanganan awal secara cepat dan tepat.

“Setiap lokasi akan memiliki PIC yang telah dilatih, dan akan didukung oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas sekitar sehingga penanganan darurat dapat dilakukan dengan lebih cepat,” ujar Amir.

Dukungan terhadap pelaksanaan program ini juga datang dari Dinas Perhubungan dan kepolisian yang akan membantu pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi masjid. Sinergi tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan dan kelancaran mobilitas kendaraan selama pemudik memanfaatkan fasilitas persinggahan yang tersedia.

Sebagai bagian dari implementasi program, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga merencanakan peluncuran resmi Masjid Ramah Pemudik di Masjid Nurul Huda Bulusan. Masjid tersebut dipilih karena berada di jalur strategis menuju Pelabuhan Ketapang, yang merupakan salah satu titik utama mobilitas masyarakat menuju Pulau Bali.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut karena dinilai mampu menghadirkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan umat.

Partisipasi aktif juga ditunjukkan oleh BKPRMI yang menyiapkan personel pemuda masjid serta Brigade Masjid untuk membantu operasional pelayanan di lokasi-lokasi masjid selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.

 

Melalui sinergi berbagai pihak tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap program Masjid Ramah Pemudik dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan sosial yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan publik.

By redaksi

Lentera Sastra Banyuwangi merupakan wadah Literasi, Seni dan Budaya Banyuwangi dan Indonesia

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *