TEGALDLIMO, (Lentera Sastra) LP Ma’arif PCNU Banyuwangi menggelar kegiatan Sapa Warga Pendidikan Ma’arif di Kantor MWC NU Tegaldlimo, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus MWC NU Tegaldlimo, pengurus MWC LP Ma’arif Tegaldlimo, Ketua BP3MNU, para kepala lembaga pendidikan mulai jenjang TK, PAUD, RA, MI, MTs, SMP, SMA hingga MA se-Kecamatan Tegaldlimo, serta unsur badan otonom NU.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi organisasi sekaligus penguatan arah pengembangan pendidikan Ma’arif di Kabupaten Banyuwangi. Acara berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan sebagai bentuk penguatan sinergi antarunsur pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, Drs. Saeroji, M.Pd.I., M.Ag., dalam arahannya menyampaikan bahwa Kecamatan Tegaldlimo termasuk wilayah yang dinilai cukup tertib dalam menjalankan aturan organisasi, khususnya terkait penguatan fungsi BP3MNU.
Ia menegaskan bahwa kepengurusan LP Ma’arif saat ini menghadapi tantangan besar dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan yang selama ini belum tertangani secara optimal. Menurutnya, pengabdian di LP Ma’arif membutuhkan keseriusan dan kesiapan waktu karena berkaitan langsung dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia dan masa depan generasi NU.
“Warga NU harus percaya kepada lembaganya sendiri. Anak orang NU wajib sekolah di NU, apalagi pengurus NU,” tegas Saeroji di hadapan peserta kegiatan.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antarlembaga demi memperkuat daya saing pendidikan Ma’arif. Menurutnya, lembaga pendidikan yang berdiri tanpa dukungan jejaring NU akan menghadapi tantangan berat dalam menarik peserta didik baru.
Lebih lanjut, Saeroji menyampaikan bahwa pekerjaan rumah terbesar LP Ma’arif saat ini adalah membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap kelembagaan pendidikan NU. Upaya tersebut, kata dia, harus dimulai melalui penguatan mutu pendidikan, profesionalitas pengelolaan, serta tata kelola organisasi yang lebih baik.
“Kami berkomitmen mengangkat harkat dan martabat NU melalui pendidikan. Tahun ini harus menjadi titik awal kebangkitan LP Ma’arif Banyuwangi,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh lembaga pendidikan agar tidak hanya berorientasi pada konsep pendidikan gratis, melainkan mulai memperkuat sistem pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan.
Pada penghujung kegiatan, seluruh peserta diajak mendukung program pembaruan database lembaga pendidikan Ma’arif yang akan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi. Kepala sekolah dan kepala madrasah juga didorong mengikuti diklat serta sertifikasi kompetensi kepemimpinan pendidikan.
Program Sapa Warga Pendidikan Ma’arif di Tegaldlimo tersebut diharapkan menjadi langkah awal percepatan gerakan pendidikan NU yang lebih solid, profesional, dan progresif di Kabupaten Banyuwangi. (URF)
