Banyuwangi – Menyongsong datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat koordinasi secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (16/6/2026), untuk memantapkan pelaksanaan kegiatan Peaceful Muharram II dan gerakan nasional 100.000 Khataman Al-Qur’an yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada Rabu (17/6/2026).
Rapat yang dipimpin Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag Banyuwangi, H. Mastur, S.Ag., M.Pd.I., tersebut diikuti seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan serta Penyuluh Agama Islam PNS dan PPPK se-Kabupaten Banyuwangi.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M., mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan momentum Muharram sebagai sarana mendekatkan umat kepada Al-Qur’an. Menurutnya, lantunan ayat-ayat suci yang dibaca secara bersama-sama merupakan ikhtiar spiritual yang diharapkan membawa keberkahan bagi bangsa dan daerah.
“Al-Qur’an adalah cahaya yang menuntun kehidupan. Karena itu, gerakan khataman ini bukan hanya mengejar angka, tetapi juga menghidupkan kembali semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap capaian khataman tahun ini dapat memenuhi target, bahkan melampaui capaian tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Chaironi menambahkan, keberhasilan kegiatan ini sangat bergantung pada sinergi seluruh elemen umat. KUA dan Penyuluh Agama Islam diharapkan menjadi motor penggerak yang mampu mengajak takmir masjid, majelis taklim, LPTQ kecamatan, dai muda, lembaga pendidikan Islam, serta berbagai komunitas keagamaan untuk ikut ambil bagian dalam gerakan mulia tersebut.
Selain dilaksanakan melalui jaringan KUA Kecamatan dan kelompok binaan penyuluh agama, khataman Al-Qur’an juga akan dilaksanakan di berbagai madrasah negeri maupun swasta di Kabupaten Banyuwangi. Dengan keterlibatan dunia pendidikan, gaung syiar Al-Qur’an diharapkan semakin luas menjangkau generasi muda.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam H. Mastur, S.Ag., M.Pd.I. menegaskan pentingnya pendataan dan pelaporan kegiatan agar seluruh capaian khataman dapat terhimpun secara akurat. Setiap kelompok peserta diminta melaporkan pelaksanaan kegiatan melalui sistem yang telah disediakan panitia nasional serta menyampaikan laporan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.
“Pelaporan ini penting agar setiap ikhtiar yang dilakukan masyarakat dapat tercatat dengan baik sebagai bagian dari gerakan nasional menyemarakkan Tahun Baru Islam,” jelasnya.
Melalui kegiatan Peaceful Muharram II, Kementerian Agama berharap gema ayat suci Al-Qur’an yang berkumandang dari masjid, mushala, madrasah, majelis taklim hingga berbagai kelompok binaan dapat menjadi doa bersama untuk Indonesia yang lebih damai, rukun, dan penuh keberkahan. Muharram pun tidak hanya menjadi penanda pergantian tahun hijriah, tetapi juga momentum hijrah spiritual menuju kehidupan yang semakin dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an. (Syaf)
