Lentera Sastra Banyuwangi
11 Mei 2026

Sambutan Bupati Banyuwangi pada Antologi di pintu langit

Kata Pengantar

Bupati  Banyuwangi

Ipuk Fiestiandani Azwar Anas

 

Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT, saya menyambut dengan gembira terbitnya buku

puisi yang diinisiasi oleh Komite Bahasa dan Sastra Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Banyuwangi ini. Antologi ini bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan potret jiwa dan napas zaman yang ditulis oleh para penyair Banyuwangi dari berbagai latar, generasi, dan pengalaman hidup, yang selama ini aktif menghidupkan ruang-ruang literasi dan kebudayaan kita. Banyuwangi dikenal sebagai “Bumi Blambangan”, tanah dengan kekayaan tradisi, bahasa, dan seni yang luar biasa. Di tengah derasnya perubahan zaman dan pesatnya kemajuan teknologi, kehadiran buku puisi ini menjadi pengingat bahwa akar budaya harus terus dipelihara. Puisi-puisi di dalamnya merekam denyut kehidupan masyarakat: tentang cinta dan rindu, tentang alam dan lingkungan, tentang sejarah dan tokoh-tokoh lokal, juga tentang kegelisahan sosial serta doa- doa yang dipanjatkan secara lirih di sudut-sudut kampung, pesantren, dan kota.

Saya memandang antologi ini sebagai ruang pertemuan pen- ting antara tradisi dan modernitas. Di satu sisi, para penyair DKB mengolah khazanah local bahasa Using, legenda, tokoh religius, dan pengalaman keseharian warga, sebagai sumber ilham kreatif. Di sisi lain, mereka menyapanya dengan cara pandang kekinian, membawa isu-isu kemanusiaan, keber- lanjutan lingkungan, hingga wajah zaman digital ke dalam larik-larik puitik. Perjumpaan inilah yang menjadikan buku ini relevan, baik bagi generasi muda maupun pembaca lintas usia.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, saya me- nyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh penyair, editor, perancang, dan segenap pengurus Dewan Kesenian Blambangan yang telah bekerja dengan penuh de- dikasi hingga buku ini dapat hadir di tangan pembaca. Kerja kreatif seperti ini selaras dengan upaya kita menjadikan Banyuwangi sebagai kabupaten yang tidak hanya maju se- cara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga kuat dalam karak- ter, berbudaya, dan berperadaban.

Saya berharap, antologi puisi ini dapat dimanfaatkan secara luas untuk menjadi bahan bacaan di sekolah dan kampus, menjadi rujukan kegiatan komunitas literasi dan sanggar seni, menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani menulis, berkarya, dan menyuarakan pikiran dengan cara yang santun dan kreatif. Semoga buku puisi ini menjadi salah satu penanda penting perjalanan sastra Banyuwangi, sekaligus menyemai harapan baru bagi lahirnya lebih banyak karya dan penulis dari Bumi Blambangan.

Akhir kata, saya mengucapkan selamat kepada Komite Ba- hasa dan Sastra Dewan Kesenian Blambangan atas penerbit- an buku ini. Semoga ikhtiar kecil yang dirajut dengan cinta pada bahasa, sastra, dan Banyuwangi ini menjadi amal baik, menguatkan jati diri daerah, serta menginspirasi kita semua untuk terus mencintai literasi dan kebudayaan. •

 

 

Ipuk Fiestiandani Azwar Anas

Banyuwangi di Hari Jadi, 18 Desember 2025

By redaksi

Lentera Sastra Banyuwangi merupakan wadah Literasi, Seni dan Budaya Banyuwangi dan Indonesia

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *