Lentera Sastra Banyuwangi
3 Juni 2026

Deklarasi Pesantren Aman dan Tolak Kekerasan, RMI NU Banyuwangi Teguhkan Komitmen Pesantren Ramah dan Humanis

Pasuruan – Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PC RMI NU) Banyuwangi meneguhkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, ramah, dan humanis melalui partisipasi aktif pada Deklarasi Nasional Pesantrenku Aman yang digelar oleh PBNU di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Pasuruan, Selasa (2/6/2026).

 

Kegiatan bertajuk “Deklarasi Pesantren Aman dan Tolak Kekerasan” tersebut memperkuat ekosistem pendidikan pesantren yang menjunjung tinggi nilai kasih sayang, keteladanan, serta akhlakul karimah bagi seluruh santri.

 

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dinilai memiliki peran strategis, mentransmisikan ilmu agama, juga membangun karakter, moralitas, dan nilai kemanusiaan. Karena itu, pesantren diharapkan terus menjadi ruang pendidikan yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

 

Dalam agenda nasional tersebut, hadir berbagai unsur pesantren dan pengurus RMI NU dari berbagai daerah di Indonesia. PC RMI NU Banyuwangi turut ambil bagian melalui kehadiran Ketua PC RMI NU Banyuwangi, Dr. KH. Ahmad Munib Syafa’at, Lc., M.E.I., sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan Pesantrenku Aman.

 

Acara deklarasi juga dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, serta Ketua RMI PBNU, KH. Hodri Ariev Hidayat, yang menegaskan pentingnya membangun sistem perlindungan santri dan budaya pesantren yang mengedepankan nilai kemanusiaan, keamanan, serta penghormatan terhadap hak-hak peserta didik.

 

Ketua PC RMI NU Banyuwangi, Dr. KH. Ahmad Munib Syafa’at, menyampaikan bahwa deklarasi ini menjadi penguat komitmen seluruh pesantren Nahdlatul Ulama, khususnya di Banyuwangi, untuk menghadirkan pendidikan berbasis kasih sayang dan keteladanan.

 

“Pesantren harus menjadi rumah yang aman bagi santri, tempat tumbuhnya ilmu, akhlak, dan karakter. Semangat pesantren ramah dan humanis harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.

 

Melalui gerakan Pesantrenku Aman, diharapkan pesantren semakin kokoh sebagai pusat pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, berakhlakul karimah, serta memiliki karakter kuat dalam menyongsong masa depan bangsa, dengan tetap menjaga tradisi keilmuan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *