Lentera Sastra Banyuwangi

LPBI PCNU Banyuwangi Dilantik, Siap Jaga Bumi dan Perkuat Gerakan Mitigasi Bencana

BANYUWANGI – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PCNU Banyuwangi resmi dilantik oleh PCNU Banyuwangi, Sabtu (2/10/2026), bertempat di Aula TPS Balak, Songgon. Mengusung jargon “LPBI Siap Jaga Bumi”, kepengurusan baru langsung menegaskan komitmennya untuk memperkuat edukasi lingkungan, mitigasi bencana, serta gerakan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.

Untung Hermawan yang dipercaya sebagai Ketua LPBI PCNU Banyuwangi menegaskan bahwa kondisi iklim yang semakin tidak menentu menuntut kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat, baik melalui edukasi, mitigasi, maupun langkah penanganan ketika terjadi bencana.

Menurutnya, persoalan kebencanaan membutuhkan penanganan serius dan menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Upaya pencegahan harus menjadi perhatian utama agar risiko bencana dapat diminimalkan.

“Hal yang paling urgen sekaligus bisa kita mulai dengan mudah adalah menjaga lingkungan melalui edukasi kesadaran dan perubahan perilaku, khususnya dalam persoalan persampahan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sampah merupakan salah satu jejak aktivitas manusia modern yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Karena itu, pascapelantikan, LPBI PCNU Banyuwangi akan menyiapkan pelatihan Training of Trainers (ToT) Perubahan Perilaku Persampahan bagi kader-kader NU.

Program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk gerakan lingkungan yang lebih luas dengan melibatkan seluruh elemen organisasi, mulai dari badan otonom (Banom), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), hingga pengurus ranting.

“Ke depan harus ada aksi nyata. Seluruh stakeholder NU perlu kita rangkul agar gerakan menjaga lingkungan ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

PCNU Dorong Lembaga Menjadi Kepanjangan Tangan Khidmah Keumatan

Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan baiat oleh Sekretaris PCNU Banyuwangi, H. Moh. Bisri Musthofa, sedangkan pembacaan Surat Keputusan (SK) dilakukan oleh Wakil Sekretaris PCNU Banyuwangi, Haikal Kafili.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menyampaikan kebanggaannya atas hadirnya LPBI bersama lembaga-lembaga NU lainnya yang secara keseluruhan berjumlah 18 lembaga sebagai kepanjangan tangan organisasi dalam menjalankan program keumatan.

Ia mengingatkan bahwa nilai dasar organisasi sebagaimana diwariskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari menempatkan prinsip al-‘adlu (keadilan) dan al-amnu (keamanan) sebagai pijakan penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, kedua prinsip tersebut menuntut keseriusan setiap pengurus dalam menjalankan program dan menjaga amanah organisasi agar keberadaan NU benar-benar menghadirkan rasa aman bagi umat.

“Perlindungan alam sudah menjadi kodrat manusia. Apalagi kita hidup pada zaman ketika kerusakan lingkungan telah terjadi di mana-mana. Lantas, apa yang bisa kita lakukan kalau bukan memperbaikinya?” ungkapnya.

H. Achmad Turmudzi mengajak seluruh pengurus LPBI dan elemen NU untuk tidak membiarkan kerusakan lingkungan terus berlangsung tanpa upaya pemulihan. Hutan yang telah gundul perlu direboisasi, saluran air yang tersumbat harus diperbaiki, serta sungai perlu dijaga dari tumpukan sampah.

Ia juga mengingatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab lintas generasi. Kerusakan alam yang dibiarkan hari ini berpotensi menjadi beban bagi anak cucu di masa mendatang.

“Jangan sampai kita justru mewariskan sesuatu yang buruk kepada generasi berikutnya. Mari kita perbaiki hutan yang gundul, benahi saluran yang mampet, jaga sungai dari sampah, dan lakukan berbagai ikhtiar perlindungan alam lainnya,” pesannya.

Pelantikan LPBI PCNU Banyuwangi ini menjadi langkah awal penguatan peran kelembagaan NU dalam isu kebencanaan dan perubahan iklim. PCNU Banyuwangi mendorong seluruh elemen organisasi untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keberlangsungan kehidupan alam secara bertanggung jawab.

Melalui semangat “LPBI Siap Jaga Bumi”, gerakan khidmah NU diharapkan semakin membumi, menghadirkan edukasi yang berkelanjutan, membangun kesadaran ekologis, serta mewujudkan aksi nyata bagi keselamatan umat dan kelestarian lingkungan.(HK)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *