Lentera Sastra Banyuwangi
15 Maret 2026

BKPRMI Banyuwangi Perkuat Peran Remaja Masjid Menjadi Garda Dakwah di Era Digital

BKPRMI Banyuwangi Perkuat Peran Remaja Masjid
Menjadi Garda Dakwah di Era Digital

Oleh : Dr. SAYU HERNANIK, M.Pd
Pengurus LPPTKA DPD BKRMI Kabupaten Banyuwangi

Di tengah derasnya arus informasi di era digital, peran remaja masjid menjadi semakin penting dalam menjaga nilai-nilai moral dan spiritual di kalangan generasi muda. Tantangan dunia digital seperti penyebaran hoaks, konten negatif, hingga kecanduan media sosial mendorong remaja masjid untuk beradaptasi dan mengambil peran aktif sebagai agen perubahan.
Remaja masjid kini tidak hanya berperan dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masjid, tetapi juga mulai memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah dan edukasi. Melalui berbagai platform media sosial, mereka membagikan konten-konten positif seperti kajian singkat, motivasi Islami, hingga dokumentasi kegiatan sosial yang dilakukan oleh komunitas remaja masjid.
Di Kabupaten Banyuwangi, pembinaan dan koordinasi kegiatan remaja masjid difasilitasi oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Banyuwangi. Lembaga ini menjadi wadah bagi berbagai organisasi remaja masjid untuk saling berkomunikasi, berkolaborasi, serta mengembangkan program pembinaan generasi muda berbasis masjid.
Di bawah kepemimpinan Ketua BKPRMI Banyuwangi, H. Mujiono,M.Pd organisasi ini aktif mendorong kegiatan positif bagi generasi muda, mulai dari pelatihan kepemimpinan remaja masjid, kajian keislaman, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga program literasi digital agar para remaja mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi secara bijak.
BKPRMI Banyuwangi juga turut berperan aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan di daerah, salah satunya dalam agenda Safari Ramadhan yang diselenggarakan bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Dalam kegiatan tersebut, BKPRMI turut ambil bagian dalam mendukung kegiatan dakwah dan pembinaan umat yang dihadiri langsung oleh Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, S.Pd., M.KP.
Kegiatan Safari Ramadhan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah, tokoh agama, serta generasi muda yang tergabung dalam remaja masjid. Melalui kegiatan tersebut, pesan-pesan keagamaan, persatuan, serta penguatan nilai moral di tengah masyarakat terus digaungkan.
Semangat berdakwah dan menyebarkan kebaikan ini juga sejalan dengan ajaran Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran Ayat 104 yang artinya:
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ۝١٠٤

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
Ayat tersebut menjadi landasan bahwa generasi muda, termasuk remaja masjid, memiliki tanggung jawab untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, termasuk di ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga ketaatan kepada Allah. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muhammad dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim disebutkan bahwa salah satu dari tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat adalah pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah.
Hadis lain juga menegaskan pentingnya menyebarkan kebaikan kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Sahih Muslim:
Terdapat dalam kitab Musnad Ahmad dan Shahih Muslim.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا (رواه مسلم)
Artinya: Diriwayatkan dari Abi Hurairah, sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa mengajak kepada petunjuk (amal baik), maka ia mendapatkan pahala sama seperti pahalanya orang yang mengikutinya. Tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang melakukannya. Barang siapa yang mengajak pada kesesatan, maka ia mendapatkan dosa setimbang dengan dosa orang yang mengikutinya. Tanpa sedikitpun mengurangi dosa orang yang melakukannya.” (HR Muslim).
Hadis ini menjelaskan bahwa seseorang yang mengajak orang lain kepada kebaikan seperti beribadah, menuntut ilmu, bersedekah, atau melakukan amal shalih akan mendapatkan pahala tidak hanya dari perbuatannya sendiri, tetapi juga dari orang yang mengikuti ajakannya. Pahala tersebut terus mengalir tanpa mengurangi pahala orang yang melakukannya.
Dengan berbagai program pembinaan, kegiatan sosial, serta pemanfaatan teknologi secara positif, BKPRMI bersama remaja masjid di Banyuwangi diharapkan mampu menjadi benteng moral bagi generasi muda di tengah tantangan era digital.
Melalui kreativitas, semangat dakwah, serta kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, remaja masjid membuktikan bahwa teknologi tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.

By redaksi

Lentera Sastra Banyuwangi merupakan wadah Literasi, Seni dan Budaya Banyuwangi dan Indonesia

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *