Lentera Sastra Banyuwangi
31 Maret 2026

Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Polda Jatim dan Pemkab Banyuwangi Intensifkan Pemantauan di Pelabuhan Ketapang

BANYUWANGI (Lensa Banyuwangi) Arus balik Lebaran 2026 di lintas penyeberangan Ketapang, Banyuwangi–Gilimanuk, Bali, memasuki fase puncak pada Minggu (29/3/2026). Ribuan kendaraan, yang didominasi roda dua dan roda empat, memadati kawasan pelabuhan sejak pagi hari.

Antrean kendaraan juga terpantau mengular di jalur arteri menuju Pelabuhan Ketapang. Kondisi ini mendorong aparat kepolisian bersama pemerintah daerah melakukan langkah antisipatif guna menjaga kelancaran arus lalu lintas dan penyeberangan.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Brigjen Pol Pasma Royce, didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, turun langsung melakukan pemantauan di lokasi. Pemantauan dilakukan melalui jalur udara, kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan para pemangku kepentingan terkait.

“Di sini kami bersama-sama mengantisipasi potensi adanya lonjakan kendaraan, terutama arus balik dari Jawa menuju Bali,” ujar Wakapolda.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyampaikan bahwa secara umum kondisi arus balik masih dalam kategori terkendali. Sejumlah area penyangga (buffer zone) yang telah disiapkan, seperti di Bulusan, Pusri, dan Terminal Sritanjung, hingga menjelang siang belum terisi penuh.

“Area penyangga kita masih belum penuh. Sampai saat ini kondisi masih terkendali,” ungkap Mujiono.

Ia menambahkan, pengaturan arus lalu lintas dan penyeberangan dilakukan melalui penambahan jumlah kapal serta penerapan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB), sesuai arahan dari pihak kepolisian.

“Kami terus melakukan pemantauan, termasuk terhadap kendaraan logistik, agar tidak menimbulkan kemacetan,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa operasional penyeberangan berjalan sesuai dengan skenario pengendalian arus balik yang telah disusun.

“Saat ini terdapat 33 kapal yang beroperasi. Kami juga menerapkan skema TBB di beberapa dermaga, yakni MB IV dengan empat kapal, dermaga LCM sebanyak 11 kapal, serta dermaga Bulusan dengan tiga kapal,” jelasnya.

ASDP memprediksi puncak arus balik terjadi pada Sabtu dan Minggu (28–29 Maret 2026). Hingga saat ini, sekitar 52 persen kendaraan telah berhasil diseberangkan ke Bali, sementara 48 persen lainnya masih dalam antrean. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 4 hingga 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun puncak arus balik telah terlewati, ASDP tetap memperpanjang masa siaga guna mengantisipasi potensi lonjakan lanjutan. Skema operasional akan tetap diberlakukan layaknya posko Lebaran hingga beberapa hari ke depan.

“Kemungkinan masa siaga kami perpanjang hingga 5 April, mengingat pada 3 April terdapat libur nasional. Hal ini untuk mengantisipasi masyarakat yang belum kembali ke Bali,” pungkas Arief. (*)

By redaksi

Lentera Sastra Banyuwangi merupakan wadah Literasi, Seni dan Budaya Banyuwangi dan Indonesia

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *