Lentera Sastra Banyuwangi
4 Juni 2026

Dari Silaturahmi Menuju Khidmah, LKNU dan Kemenag Bersatu untuk Kesehatan Masyarakat

BANYUWANGI (Lentera sastra)  Ikhtiar menghadirkan masyarakat yang sehat dan berkualitas memerlukan kerja sama berbagai pihak. Semangat itulah yang mewarnai kunjungan silaturahmi pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Banyuwangi ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Rabu (3/6/2026).

Bertempat di ruang meeting Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, rombongan LKNU diterima langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M. Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan berbagai peluang kolaborasi di bidang kesehatan, khususnya yang menyasar lingkungan madrasah, pesantren, dan keluarga.

Dalam sambutannya, Chaironi Hidayat mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai langkah positif untuk memperkuat kemitraan antara Kementerian Agama dan organisasi kemasyarakatan. Ia menilai kesehatan merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan dan pembinaan keagamaan.

Menurutnya, terdapat sejumlah program yang dapat dikerjakan secara bersama, di antaranya penguatan Usaha Kesehatan Madrasah (UKM), pendampingan kesehatan di lingkungan pesantren, hingga pemberian materi kesehatan reproduksi dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting. Kesehatan menjadi fondasi lahirnya generasi yang kuat dan berkualitas. Karena itu, kami berharap LKNU dapat menjadi mitra aktif dalam berbagai program pembinaan yang dilaksanakan Kementerian Agama,” ujarnya.

Ketua LKNU Banyuwangi, dr. Sabit Purnomo, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang berkelanjutan agar kerja sama yang dirintis dapat berkembang menjadi program nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami ingin terus menjalin koordinasi dan komunikasi yang baik dengan Kementerian Agama. Dengan sinergi yang kuat, program-program kesehatan akan lebih mudah menjangkau masyarakat, terutama di lingkungan pesantren dan madrasah,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris LKNU Banyuwangi, Bd. Diah Fitrianingsih, S.Keb., M.Kes., CH, menjelaskan bahwa selama ini pihaknya telah aktif melakukan pendampingan dan edukasi kesehatan di sejumlah pondok pesantren. Melalui Klinik Dokter Didik Sulasmono (KDS) Rogojampi yang dikelolanya, berbagai bentuk kerja sama telah terjalin dengan pesantren-pesantren di wilayah sekitar.

Selain itu, Diah juga kerap terlibat sebagai narasumber dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan yang diselenggarakan oleh sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) di Banyuwangi, khususnya terkait kesehatan reproduksi dan kesehatan keluarga.

Ia berharap pengalaman yang telah berjalan tersebut dapat menjadi pijakan untuk memperluas kerja sama yang lebih terstruktur dan berkelanjutan bersama Kementerian Agama.

Menjelang akhir pertemuan, Chaironi Hidayat kembali menegaskan harapannya agar sinergi antara LKNU dan Kementerian Agama tidak berhenti pada pertemuan formal semata, tetapi diwujudkan melalui program-program yang lebih luas dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Ke depan kami berharap kegiatan bersama dapat dilakukan lebih masif. Ketika unsur pemerintah dan organisasi masyarakat berjalan beriringan, maka upaya meningkatkan kesehatan masyarakat Banyuwangi akan semakin efektif dan memberikan dampak yang lebih besar,” pungkasnya.

Silaturahmi tersebut menjadi penanda komitmen bersama antara LKNU Banyuwangi dan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat pelayanan keagamaan yang berpihak pada kualitas hidup umat.

By redaksi

Lentera Sastra Banyuwangi merupakan wadah Literasi, Seni dan Budaya Banyuwangi dan Indonesia

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *