BANYUWANGI – Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Cabang Banyuwangi terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui audiensi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi pada Rabu (3/6/2026), sejumlah agenda prioritas kesehatan umat dirumuskan sebagai langkah penguatan pelayanan kesehatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Ketua LKNU Banyuwangi, dr. M. Sabit Purnomo, menyampaikan bahwa audiensi tersebut menjadi ruang koordinasi penting untuk membangun kolaborasi lintas sektor dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan pesantren, madrasah, dan warga Nahdliyin.
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian dalam audiensi tersebut ialah capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dinilai masih perlu diperluas. Karena itu, Dinas Kesehatan mendorong agar program tersebut dapat menjadi agenda rutin LKNU Banyuwangi sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Menindaklanjuti masukan tersebut, LKNU Banyuwangi berencana mulai memaksimalkan pelaksanaan program CKG pada bulan Juli 2026 sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan promotif dan preventif di tengah masyarakat.
Selain itu, audiensi juga menghasilkan pembahasan mengenai pemetaan zonasi prioritas untuk aktivasi Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di lingkungan pendidikan, khususnya pesantren dan madrasah. Langkah ini dipandang penting sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat berbasis komunitas pendidikan.
Dalam sektor edukasi kesehatan lingkungan, LKNU Banyuwangi bersama Dinas Kesehatan juga menjajaki sinergi melalui lomba kebersihan tingkat sekolah dan madrasah Ma’arif. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya kebersihan, sanitasi, dan lingkungan belajar yang sehat.
Pada kesempatan tersebut, turut mengemuka gagasan penguatan perlindungan sosial masyarakat melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, terutama bagi masyarakat yang berada di radius terdekat fasilitas kesehatan. Skema tersebut dipandang dapat menjadi langkah preventif dalam memperluas jaminan sosial masyarakat, dengan mengadopsi praktik baik yang telah diterapkan di sejumlah daerah.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Faiz Fadholi yang menemui jajaran LKNU Cabang Banyuwangi menilai keterlibatan organisasi kemasyarakatan seperti LKNU memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan program kesehatan pemerintah hingga lapisan masyarakat paling dekat.
Menurutnya, penguatan kolaborasi perlu diarahkan tidak hanya pada aspek kuratif, tetapi juga pada upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, penguatan Poskestren, serta aktivasi layanan berbasis komunitas.
“LKNU memiliki jejaring sosial yang kuat di tengah masyarakat, terutama di lingkungan pesantren dan warga Nahdliyin. Ini menjadi potensi besar untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas agar lebih dekat, cepat, dan tepat sasaran,” ujar Faiz Fadholi.
Ia juga mendorong adanya skema kerja sama yang lebih konkret, termasuk peluang sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat di sekitar fasilitas kesehatan, sebagai bagian dari penguatan perlindungan sosial dan mitigasi risiko kesehatan masyarakat.
Faiz berharap hasil audiensi tersebut tidak berhenti pada tataran gagasan, melainkan dapat diwujudkan melalui program bersama yang terukur dan berkesinambungan.
“Kami berharap ada tindak lanjut nyata dari hasil diskusi ini. Ketika pemerintah dan organisasi sosial keagamaan bergerak bersama, pelayanan kesehatan masyarakat akan semakin kuat dan menjangkau lebih luas,” pungkasnya.
Di sisi lain, LKNU Banyuwangi juga mempersiapkan penguatan pendampingan kesehatan jamaah haji melalui sinergi bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) NU, sehingga layanan terhadap calon jamaah haji dapat dilakukan lebih optimal, mulai dari edukasi kesehatan hingga kesiapan fisik menjelang keberangkatan.
Ketua LKNU Banyuwangi, dr. M. Sabit Purnomo, berharap hasil audiensi tersebut dapat segera ditindaklanjuti secara konkret agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan umat. Kami berharap seluruh tim dapat bergerak bersama menindaklanjuti hasil audiensi ini sehingga program-program yang telah dirancang dapat berjalan optimal dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Audiensi ini menegaskan komitmen LKNU Banyuwangi untuk terus menghadirkan program kesehatan yang lebih masif, adaptif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan umat. (HK)
