Lentera Sastra Banyuwangi

BUKAN NYANYIAN MMALAIKAT

BUKAN NYANYIAN MMALAIKAT

**By : Edan Purwo**

Seolah melihat rawa berubah menjadi gelembung magma

Yang mengubah senyuman manis dibalik topeng iblis

Mencoba merayu setiap insan untuk menggapai tekad, meski itu ketidak etisan

Yang mengarah pada ambang akhir kehidupan

Terdenar dentuman tiap detik,memaksa nadi berjalan lebih cepat

Mengajakseruan jeritan prang kecil semakin menyayat

Butiran nurani ingin berteriak penaat , duniaku

Namun kepada siapa teriakan itu,karna langitku tiada atap

Hari ini tterasa masih ada, mungkinkah besuk mash bias melihat hari

Karena yang slama ini dianggap malaikat ternyata pembunuh karakter insan yang sangat keji

Atas nama siapa kami berguman mencurahkan isi hati?

Karena saat ini jeritanpun dianggap senyum

Kelaparan dan kepedihan dianggap candaan,kematian seolah hanya sebagai hajatan dan tradis

Ladang ini seakan ditanami racun atas nama

Sampai kapan tanahku tercinta seperti ini,rakyat hanya dijanjikan mimpi,sambal menjulurkan lidah yg habis air liurnya, gila

Tolong hentikan menzolimi kami,karna kamipun masih warga negri

Dan kami yakin masih ada orang baik yang berjuang moga juga tidak terzolimi

Kanrna tidak ada yang lebih tinggi dari kuasa illahi

Untuk negri kami tetap mau berteriakdan berbakti

By redaksi

Lentera Sastra Banyuwangi merupakan wadah Literasi, Seni dan Budaya Banyuwangi dan Indonesia

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *