Lentera Sastra Banyuwangi
6 Juni 2026

Duet Abdul Ghani–Nanang Musta’in Nahkodai MWCNU Kalipuro Masa Khidmat 2026–2031

BANYUWANGI – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kalipuro berlangsung dinamis dan penuh semangat demokrasi. Forum permusyawaratan tertinggi di tingkat kecamatan itu akhirnya menetapkan duet  Ustadz Abdul Ghani sebagai Rais Syuriah dan Nanang Musta’in sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Kalipuro masa khidmat 2026–2031.

Konferensi yang digelar pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Pondok Pesantren Nurul Khoiroh, Dusun Pekarangan, Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, menjadi arena konsolidasi sekaligus regenerasi kepemimpinan NU di wilayah termasuk lereng gunung ijen Kabupaten Banyuwangi tersebut.

Proses pemilihan berlangsung melalui mekanisme organisasi yang tertib dan demokratis. Pada tahapan pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) untuk menentukan Rais Syuriah, forum berhasil menjaring 20 nama kandidat. Dari hasil tabulasi kemudian mengerucut menjadi lima besar, yakni Abdul Ghani, Agus Idrus, Gus Nardho, Hariri, dan KH. Abdul Majid.

Melalui musyawarah dalam sidang AHWA, lima tokoh tersebut akhirnya sepakat menunjuk Abdul Ghani sebagai Rais Syuriah terpilih MWCNU Kalipuro.

Sementara itu, proses pemilihan Ketua Tanfidziyah berlangsung tak kalah menarik. Dalam sidang pleno pertama terkait pengesahan tata tertib konferensi, forum menyepakati bahwa bakal calon harus memperoleh dukungan minimal 15 suara agar dapat melaju sebagai calon Ketua Tanfidziyah.

Dari hasil pemungutan suara, Nanang Musta’in memperoleh 18 suara, unggul atas Nanang Rojik yang memperoleh 11 suara. Dengan hanya satu kandidat yang memenuhi ambang batas dukungan, Nanang Musta’in akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Kalipuro secara aklamasi.

Pimpinan sidang konferensi, H. Guntur Al Badri, yang mewakili PCNU Banyuwangi, menyebut jalannya konferensi sebagai gambaran kedewasaan organisasi di tubuh Nahdlatul Ulama.

“Proses yang demokratis ini merupakan cerminan kedewasaan berorganisasi di dalam wadah Nahdlatul Ulama. Perbedaan pandangan dapat dikelola dengan musyawarah, sehingga melahirkan keputusan yang diterima bersama,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Rais Syuriah PCNU Banyuwangi, H. Nasir Basrawi, dalam arahannya menegaskan pentingnya penguatan kaderisasi di lingkungan MWCNU Kalipuro. Menurutnya, tantangan NU ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan kader-kader yang siap menjaga tradisi sekaligus mampu menjawab perkembangan zaman.

“Kaderisasi harus terus dilakukan. Tantangan NU ke depan tidak sederhana dalam merawat tradisi sekaligus mengukir peradaban sesuai perkembangan zaman,” pesannya di hadapan peserta konferensi.

Prosesi penetapan kepemimpinan baru tersebut turut disaksikan langsung oleh Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi. Dalam sambutannya, ia menaruh harapan besar agar kepengurusan baru mampu membawa MWCNU Kalipuro menemukan karakter dan kekuatannya sebagai wilayah NU yang memiliki potensi besar.

Menurutnya, Kalipuro memiliki modal strategis berupa sumber daya manusia, posisi kewilayahan, serta kekayaan alam yang dapat menjadi kekuatan gerakan organisasi apabila dikelola secara kolektif dan terarah.

“MWCNU Kalipuro memiliki potensi besar. Tinggal bagaimana seluruh stakeholder NU bergerak cepat, menyusun langkah strategis, dan bersinergi dalam menjalankan misi organisasi serta program-program yang memberi manfaat nyata bagi umat,” tegasnya.

Konferensi ini tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga peneguhan arah gerak organisasi NU di Kalipuro untuk lima tahun ke depan. Dengan duet baru Abdul Ghani–Nanang Musta’in, warga Nahdliyin Kalipuro menaruh harapan hadirnya kepemimpinan yang mampu memperkuat konsolidasi jam’iyah, memperluas kaderisasi, serta menghadirkan program-program keummatan yang responsif terhadap tantangan zaman.

Semangat musyawarah yang mewarnai konferensi tersebut menjadi penanda bahwa NU di Kalipuro terus menjaga tradisi organisasi yang matang: berkompetisi secara sehat, bermusyawarah dengan hikmah, dan kembali bersatu demi kemaslahatan umat.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *