:Gimien Artekjursi
KAU DATANGI MAUT ATAU MAUT SUDAH MENUNGGUMU?
(Abah Solikin dalam kenangan)
sungguhkah maut itu menunggumu?
atau kau justru mendatangi dan menyapanya?
aku berandai-andai:
andai kau tak ke tempat itu (di mana sang maut berada)
usiamu pasti tak sependek jarum penunjuk di dinding
kau pasti masih bisa bersama yang lain
menghitung pergantian musim
menata aneka rencana untuk masa tak terkira
tapi nyatanya
tak sesederhana itu tuhan merencanakan umur
nyatanya tiba-tiba kau kehilangan duniamu
dan kami melihatnya tak percaya meski mata ini tak berkedip
sebegitu singkat
setelah semua hiruk-pikuk
dan mimpi-mimpi dibentang seluas pandang
nyatanya dalam sekejap semua hilang
begitu saja
begitu saja
sang maut menjemputmu tanpa melihat waktu
begitu saja, satu langkah yang (konon) salah
melemparmu ke alam lain
:kematian
apakah itu sebuah kesalahan?
kau datangi maut atau maut memang sudah menunggumu?
benarkah masih ada waktu untukmu
jika kala itu kau diam tak ke mana-mana?
nyatanya tak sesederhana itu tuhan merencanakan umur kita
dan kita
tak pernah tahu yang tuhan mau
Kumendung, Selasa, 20 April 2026
