BANYUWANGI – Meski kepengurusan baru belum resmi dikukuhkan, Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Banyuwangi masa khidmat 2026–2031 mulai bergerak cepat menjalankan roda organisasi. Langkah awal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Kerja I (Musyaker I) yang digelar di Hall Lantai 2 Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Banyuwangi, Sabtu (23/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi pijakan awal kepengurusan dalam menyusun arah kebijakan dan program kerja selama lima tahun mendatang. Musyaker I dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi Nomor 76/PC.01/A.II.01.17/1612/05/2026 tentang Pengesahan Pengurus LKNU Banyuwangi yang ditetapkan pada 18 Mei 2026.
Walaupun pelantikan dan pengukuhan pengurus belum dilaksanakan, semangat untuk segera menjalankan amanah organisasi menjadi landasan utama agar program kerja dapat segera berjalan. Hal itu sejalan dengan amanat dalam surat keputusan yang meminta seluruh pengurus aktif melaksanakan tugas dan fungsi organisasi guna mengoptimalkan kinerja kepengurusan.
Musyawarah kerja tersebut dipimpin langsung oleh Ketua LKNU Banyuwangi, dr. Sabit Purnomo, didampingi Sekretaris LKNU Banyuwangi, Bd. Diah Fitrianingsih, S.Keb., M.Kes. Agenda utama pertemuan perdana itu difokuskan pada perumusan dan pemantapan program-program strategis yang akan menjadi pedoman organisasi selama satu periode kepengurusan.
Sebagai lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang bergerak di bidang kesehatan, LKNU Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan serta derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Banyuwangi.
Ketua LKNU Banyuwangi, dr. Sabit Purnomo, menyampaikan bahwa Musyaker I menjadi forum penting untuk menyatukan visi dan merumuskan langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Melalui Musyaker I ini, kami ingin menyatukan visi serta menyusun program yang konkret dan berdampak langsung bagi umat, sejalan dengan semangat Merawat Jagat Membangun Peradaban yang menjadi spirit PCNU Banyuwangi,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pengurus yang berasal dari berbagai latar belakang profesi kesehatan dan sosial. Kehadiran tenaga medis dan aktivis kesehatan dinilai menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun organisasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Beberapa di antaranya yakni dr. Hj. Zuwwidatul Khusna, dr. Ilham Zulkifli Wahab dari Klinik As Syifa Blokagung, dr. Agus Anang Faton dari RS Ar Rohmah Jajag, serta sejumlah aktivis dan praktisi kesehatan lainnya.
Komposisi kepengurusan yang beragam tersebut diyakini mampu menjadi modal penting bagi LKNU Banyuwangi dalam menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan yang lebih inklusif. Program yang dirancang meliputi edukasi kesehatan masyarakat, penanganan stunting, penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas, hingga peningkatan akses layanan kesehatan bagi warga NU maupun masyarakat secara umum.
Kepada media, dr. Sabit Purnomo juga menegaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan membangun koordinasi dengan berbagai lembaga di lingkungan PCNU Banyuwangi serta dinas dan instansi terkait guna memperkuat sinergi pelaksanaan program.
Pernyataan tersebut diperkuat Sekretaris LKNU Banyuwangi, Bd. Diah Fitrianingsih, S.Keb., M.Kes., yang juga menjabat Direktur Klinik Dokter Didik Sulasmono (KDS) Rogojampi. Menurutnya, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk terus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
“NU memiliki kewajiban moral untuk memberikan pelayanan terbaik bagi umat, termasuk kepada para santri di pondok pesantren, khususnya dalam bidang kesehatan. Karena kesehatan menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang kuat dan berkualitas,” ungkapnya.
Melalui langkah awal tersebut, LKNU Banyuwangi berharap berbagai program kesehatan yang dirancang nantinya tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menyentuh kebutuhan nyata masyarakat hingga tingkat akar rumput.
