BANYUWANGI – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) PCNU Banyuwangi menggelar rapat koordinasi dan penyusunan program kerja pada Minggu (7/6/2026) di lingkungan Kantor PCNU Banyuwangi. Pertemuan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut menjadi langkah awal penguatan kelembagaan LPBI NU dalam merespons isu kebencanaan dan perubahan iklim secara lebih terstruktur di Banyuwangi.
Rapat dihadiri jajaran pengurus LPBI NU PCNU Banyuwangi dan turut mendapat pendampingan dari Wakil Sekretaris PCNU Banyuwangi, Haikal Kafili, yang mengawal jalannya pembahasan program agar selaras dengan arah kebijakan organisasi Nahdlatul Ulama.
Ketua LPBI NU PCNU Banyuwangi, Untung Hermawan, dalam sambutan dan arahannya menegaskan pentingnya membangun sistem kesiapsiagaan kebencanaan berbasis organisasi dan masyarakat. Menurutnya, LPBI NU tidak boleh hanya hadir ketika bencana terjadi, melainkan juga mengambil peran dalam edukasi mitigasi, pencegahan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim.
“LPBI NU harus menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan Nahdlatul Ulama yang siap hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya bergerak saat terjadi bencana, tetapi juga membangun kesiapsiagaan, mitigasi, serta edukasi lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Untung juga menekankan pentingnya kekompakan antar pengurus dan penguatan jejaring hingga tingkat kecamatan melalui pembentukan kepengurusan LPBI NU di masing-masing MWCNU. Menurutnya, struktur yang kuat akan mempercepat koordinasi ketika terjadi kondisi darurat maupun bencana alam.
Sementara itu, Wakil Sekretaris PCNU Banyuwangi, Haikal Kafili, memberikan motivasi kepada jajaran pengurus agar menjaga semangat pengabdian dan tidak menjadikan tugas kemanusiaan sebatas formalitas organisasi. Ia menilai LPBI NU memiliki tanggung jawab besar sebagai representasi NU dalam merawat keselamatan manusia dan lingkungan.
“Ber-NU hari ini tidak cukup hanya bicara dakwah di mimbar. Kehadiran NU juga harus nyata dalam persoalan sosial kemasyarakatan, termasuk kebencanaan dan perubahan iklim. LPBI NU menjadi garda penting dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mendorong para pengurus untuk membangun komunikasi aktif lintas sektor dan terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan pelatihan kebencanaan.
Dalam rapat tersebut, disepakati sejumlah program prioritas, di antaranya rencana pertemuan dengan Dewan Pengarah LPBI NU sekaligus pengurus inti PCNU Banyuwangi sebagai bagian dari penguatan arah kelembagaan.
Selain itu, LPBI NU Banyuwangi juga memutuskan pembentukan kepengurusan LPBI NU di tingkat MWCNU se-Banyuwangi guna memperluas jangkauan gerakan kesiapsiagaan berbasis wilayah.

Untuk mempermudah koordinasi lapangan, wilayah Banyuwangi dibagi menjadi lima zona pendampingan. Zona pertama dikoordinasikan H. Aris meliputi Banyuwangi Kota, Giri, Kabat, Rogojampi, dan Blimbingsari. Zona kedua di bawah koordinasi Widi mencakup Wongsorejo, Kalipuro, Glagah, Licin, dan Songgon.
Selanjutnya, Zona ketiga dipimpin Sayuri meliputi Singojuruh, Sempu, Glenmore, Genteng, dan Kalibaru. Zona keempat dikoordinasikan Wahyudi dengan cakupan Srono, Muncar, Gambiran, Tegalsari, dan Cluring. Sedangkan Zona kelima dipimpin Riyono meliputi Tegaldlimo, Pesanggaran, Purwoharjo, Siliragung, dan Bangorejo.
Dalam bidang penguatan identitas dan kedisiplinan organisasi, rapat juga membahas pengadaan seragam (uniform) bagi pengurus LPBI NU Banyuwangi. Namun, setiap pengurus diwajibkan terlebih dahulu mengikuti Diklat Kilat sebagai syarat memperoleh seragam dan penguatan kapasitas dasar kebencanaan.
Tak hanya itu, LPBI NU Banyuwangi juga akan melakukan ta’aruf dan penguatan sinergi lintas instansi, di antaranya dengan BPBD, Bakesbangpol, Polresta Banyuwangi, Kodim 0825, Lanal Banyuwangi, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Damkar, Basarnas, Cabang Dinas Kehutanan, hingga Kementerian Agama.
Sebagai bentuk kesiapan lapangan, pengurus LPBI NU Banyuwangi juga berkomitmen aktif mengikuti berbagai kegiatan apel kesiapsiagaan kebencanaan sebagai bagian dari peningkatan kapasitas dan koordinasi lintas sektor.
Melalui rapat koordinasi ini, LPBI NU PCNU Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan Nahdlatul Ulama yang responsif, terorganisir, dan hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tengah ancaman bencana dan tantangan perubahan iklim. (HK)
