Lentera Sastra Banyuwangi

Penyair Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Semarakkan Hari Puisi Nasional, Lentera Sastra Banyuwangi Berkolaborasi dengan BCM dan Rumah Kebangsaan

BANYUWANGI – Taman Blambangan menjadi ruang perjumpaan sastra, budaya, dan kemanusiaan saat Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi memperingati Hari Puisi Nasional, Minggu (26/7/2026). Berkolaborasi dengan Banyuwangi Creative Market (BCM) dan Rumah Kebangsaan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan satu tahun Banyuwangi Creative Market yang dipadukan dengan aksi sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.

Ratusan pengunjung menikmati lantunan puisi yang dibawakan para penyair, pendidik, pelajar, dan santri. Kehadiran para pembaca puisi dari lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menjadi warna tersendiri, menunjukkan bahwa dunia pendidikan tidak hanya melahirkan insan akademis, tetapi juga pegiat literasi yang terus merawat tradisi berkesenian.

Tampil membacakan puisi di antaranya Kepala MTsN 5 Banyuwangi Herny Nilawati, Kepala MTsN 2 Banyuwangi Uswatun Hasanah, Lulu Anwariyah dan Cicik Handayani dari MTsN 4 Banyuwangi, Nurul Ludfia Rochmah selaku Ketua HISKI Komisariat Banyuwangi sekaligus guru MAN 1 Banyuwangi bersama para siswanya, Nukhbah Fahiroh dari MTsN 1 Banyuwangi yang merupakan Juara Liga Puisi Kategori Guru, serta Nur Khofifah, penerima penghargaan Sastra Tama yang juga guru MIN 1 Banyuwangi.

Generasi muda pun mendapat ruang yang sama untuk berekspresi. Santri MI Darunnajah 2 Tukang Kayu, yakni Azka Dzakiyatus Shaleha, Zahiya Farha Sakinah, Muhammad Bisma Arkananta Mahardika, Kiasatina Elisa Yulfani, dan Ananda Nur Millati Laili tampil penuh percaya diri membacakan puisi. Penampilan mereka dilengkapi partisipasi santri MI Syamsul Huda Bulusan, Kalipuro, yang turut menghidupkan suasana dengan karya-karya bertema cinta tanah air, kemanusiaan, dan harapan.

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian datang dari Purwowidodo, Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Saat membawakan puisi berjudul “Bukan Warisan Malaikat”, suasana Taman Blambangan mendadak hening. Setiap bait dilafalkan dengan penghayatan yang kuat sehingga mampu membangun kedekatan emosional dengan para penonton. Tepuk tangan panjang mengiringi penampilannya sebagai bentuk apresiasi atas pesan-pesan kemanusiaan dan refleksi kehidupan yang terkandung dalam puisi tersebut.

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada panggung sastra. Kolaborasi ini juga menghadirkan donor darah, santunan kepada anak yatim, dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Perpaduan seni, kepedulian sosial, serta semangat ekonomi kreatif menjadi wujud nyata bahwa kebudayaan dapat berjalan berdampingan dengan gerakan kemanusiaan.

Ketua Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat, mengatakan bahwa Hari Puisi Nasional merupakan momentum untuk menghidupkan kembali tradisi literasi sekaligus menguatkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Puisi bukan sekadar rangkaian kata, melainkan suara hati yang mampu membangun empati, menanamkan kepedulian, dan menyatukan perbedaan. Karena itu, peringatan Hari Puisi Nasional kami padukan dengan kegiatan sosial agar sastra benar-benar hadir memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Ketua Banyuwangi Creative Market, Rahmad Hidayat, menilai sinergi lintas komunitas tersebut menjadi contoh bahwa ruang publik dapat dihidupkan melalui kolaborasi antara seni, kreativitas, dan kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Rumah Kebangsaan, Hakim Said, menegaskan bahwa sastra merupakan salah satu instrumen penting dalam merawat nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, puisi memiliki kekuatan menyampaikan pesan toleransi, persaudaraan, dan persatuan dengan cara yang menyentuh hati.

Peringatan Hari Puisi Nasional juga dihadiri Pengawas Madrasah St. Muanifah, penyair Faiz Abadi bersama putrinya Tirta Baiti Jannah yang merupakan Juara Liga Puisi SLTA Tahun 2025, serta para penyair dan pegiat literasi dari berbagai komunitas di Banyuwangi. Kebersamaan yang terbangun sepanjang kegiatan menghadirkan suasana hangat sekaligus memperlihatkan bahwa sastra tetap memiliki tempat istimewa dalam kehidupan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi, Banyuwangi Creative Market, dan Rumah Kebangsaan, peringatan Hari Puisi Nasional tahun ini menjadi lebih dari sekadar perayaan sastra. Kegiatan ini menjelma sebagai ruang bersama untuk memperkuat budaya literasi, membangun kepedulian sosial, dan meneguhkan semangat persatuan melalui kekuatan kata-kata. (Syf)

By redaksi

Lentera Sastra Banyuwangi merupakan wadah Literasi, Seni dan Budaya Banyuwangi dan Indonesia

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *