Lentera Sastra Banyuwangi
31 Mei 2026

Senja Menyala di Lereng Ijen, Agrowisata Tamansuruh Kembali Hidupkan Long Weekend Banyuwangi

Tampilan Wandra di Agro Wisata Tamansuruh (AWT)

BANYUWANGI (Lentera Sastra) Ketika matahari perlahan menurunkan cahaya ke pangkuan perbukitan, Agrowisata Tamansuruh (AWT) Banyuwangi kembali menyalakan denyut senja lewat gelaran “Senja di AWT”. Selama sepekan, mulai 30 Mei hingga 7 Juni, destinasi di kaki pegunungan itu menjelma ruang temu antara alam, seni, dan riuh hangat libur panjang yang ingin dinikmati wisatawan.

Berdiri di ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut, Agrowisata Tamansuruh menghadirkan lanskap yang seolah dilukis pelan oleh alam. Udara pegunungan yang dingin menyapa lembut, sementara siluet Gunung Ijen berdiri teduh di kejauhan, ditemani bentang Selat Bali yang tampak seperti garis biru yang tak pernah letih menenangkan pandangan.

Di penghujung pekan setiap awal bulan, kawasan ini rutin menggelar Senja di AWT, sebuah perayaan sore yang bukan sekadar hiburan, melainkan pengalaman menikmati waktu dengan cara yang lebih pelan. Pengunjung dapat menyusuri area wisata sambil mencicipi kuliner tradisional, menikmati pertunjukan seni budaya lokal, hingga membiarkan senja turun perlahan di antara percakapan keluarga.

Berbagai hiburan turut dihadirkan untuk menghidupkan suasana. Musik akustik akan mengalun menemani sore, diselingi atraksi bela diri tradisional dan layanan terapi pijat yang memberi jeda tenang bagi tubuh yang lelah oleh perjalanan.

Rangkaian acara selama sepekan pun dirancang beragam. Pada 30 Mei, panggung fashion on the street menjadi ruang kecil bagi pelajar TK, SD, dan SMP untuk mengekspresikan bakat dan keberanian mereka di dunia mode. Sehari berikutnya, 31 Mei, pengunjung diajak menyelami kreativitas melalui workshop batik dan lomba mewarnai.

Memasuki 1 Juni, suasana akan diramaikan workshop flower frame, festival melukis, serta custom bike show yang memadukan seni dan ketertarikan otomotif. Sementara 2 Juni menghadirkan seni jaranan serta workshop seni kain yang mempertemukan tradisi dengan kreativitas baru.

Kemeriahan berlanjut dengan workshop makrame dan lomba layangan hias pada 3 Juni, lalu Gesah Sastra-Budaya pada 4 Juni yang membuka ruang percakapan bagi seni dan kebudayaan lokal. Adapun pertunjukan tari Gandrung digelar 5 Juni, disusul seni bela diri Pencak Sumping pada 6 hingga 7 Juni.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dibuka mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB.

“Seluruh rangkaian agenda tersebut dibuka pukul 15.00–21.00,” ujarnya.

Menurut Hartono, Senja di AWT tidak hanya menjadi ruang hiburan di tengah long weekend, tetapi juga panggung bagi pelaku seni, UMKM, dan ekonomi kreatif untuk terus bertumbuh bersama denyut pariwisata Banyuwangi.

“AWT bisa menjadi alternatif destinasi untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga. Sepekan ini kita siapkan paket wisata lengkap. Pengunjung bisa menikmati pertunjukan seni budaya, lomba fashion, aneka workshop, hingga berburu kuliner tradisional,” katanya. (*)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *