Lentera Sastra Banyuwangi
2 Mei 2026

Samsudin

Angkringan larasing manah
(Daur ulang) 30 -04-2026.

MENUJU JALAN

Malam telah menjadi terang….
Namun !
Kalbu tergurat remang ?
Dua permata mulia mana yang lebih termulia ?

Kuasa Syafaat !

Datang digelapnya gelap
Selalu dengan pencerahan disakunya
Beliau tebar…. sambil bertutur….!
Permata penuh kilau selalu lebih mulia,
Dari pada permata hijau

Sang Tuan Guru menambahkan,

Layak berbanding Kuasa Syafaat dengan hambanya,
Walau hamba yang terendah,
Ilmu làyak sebagai permata penuh kilau,
Ibadàh ibarat permata hijau nan molek
Permata penuh kilau sepantasnya sebagai imam permata hijau

Akhir perjalanan panjang !

Saat saat yang dijanjikan Tuan Guru….
Dibawah pohon besar nan teduh
Buahnya lebat dan ranum
Adalah kilauan permata tersulam,
Adalah ribuan butiran permata hijau nan molek
Iyalah buah pohon teduh itu….. !
[21:17, 30/04/2026] Samsudin Kades Sukorejo: Saat saat tertentu ,
Saat dimulainya perjamuan nan indah itu
Kalbuku menyematkan harapan dengan senyum ….
Bilakah sang dekil dan kusam ini Ya Robi….!
Bisa selalu bersua diperjamuan MU Ya Rob ?
Dengan hamba yang kasihi, Tuan Guruku !
Dibawah pohon itu,

 

Saat berakhirnya perjalanan

Saat saat perjamuan telah usai….
Saat saat kulum bersama
Saat mendengarkan alunan bait bait langit
Diakhiri
Dan saat saat kantung kain ku buka
Tuan Guru membekaliku beberapa buah itu
Buah Permata yang penuh kilau
Dan buah hijau nan ranum….!
Dengan harapan bisa aku bagikan
Dan bekal perjalanan pulangku

By redaksi

Lentera Sastra Banyuwangi merupakan wadah Literasi, Seni dan Budaya Banyuwangi dan Indonesia

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *