BANYUWANGI, (Lentera Sastra) Dunia jurnalistik Banyuwangi kembali diselimuti duka. Agusta, sosok senior yang dikenal sebagai mantan pimpinan sekaligus produser senior JTV Banyuwangi, meninggal dunia pada Selasa pagi (12/5/2026) di RSUD Blambangan.
Kabar wafatnya Agusta cepat menyebar di kalangan wartawan, budayawan, dan pegiat media lokal Banyuwangi. Ucapan belasungkawa datang dari berbagai pihak yang mengenal dedikasi almarhum dalam membangun televisi lokal berbasis budaya daerah.
Kepergian Agusta terasa semakin menyentuh karena pada hari yang sama sebenarnya sejumlah budayawan dan akademisi Banyuwangi dijadwalkan menggelar diskusi kebudayaan di lantai 3 Bappeda Banyuwangi. Forum tersebut direncanakan membahas gagasan “Hallyu Banyuwangi: dari festival ke industri, dari identitas lokal ke pengaruh global” bersama sejumlah pengurus Dewan Kesenian Blambangan, termasuk Agus Takariyanto.
Semasa hidupnya, Agusta dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perkembangan JTV Banyuwangi. Ia pernah mengemban berbagai posisi strategis, mulai Kepala Biro, Komisaris, hingga Produser Senior. Di bawah kiprahnya, JTV Banyuwangi tumbuh sebagai media yang dekat dengan denyut kehidupan masyarakat serta konsisten mengangkat budaya lokal Banyuwangi.
Tidak hanya menyajikan berita harian, JTV Banyuwangi pada masa itu juga aktif menghadirkan program budaya Osing, kesenian rakyat, hiburan tradisional, hingga kisah masyarakat akar rumput yang jarang mendapat ruang di televisi nasional.
Bagi rekan-rekannya, Agusta bukan sekadar pimpinan media, melainkan sosok sederhana yang memiliki kecintaan besar terhadap kebudayaan daerah. Ia dikenal dekat dengan kru lapangan dan terus mendorong generasi muda media agar tidak meninggalkan identitas lokal di tengah perkembangan industri penyiaran.
Ucapan duka juga datang dari Agus Takariyanto yang mengenang almarhum sebagai pribadi yang ikut menjaga denyut budaya Banyuwangi melalui media televisi. Selain dikenal di dunia jurnalistik, Agusta juga dekat dengan komunitas seni dan budaya di Banyuwangi. Bahkan, Agus Takariyanto dan Agusta pernah bersama dalam sejumlah agenda penjurian sastra daerah.
Sementara itu, Syafaat turut menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya Agusta. “Sabtu kemarin masih berhahahihe di Muskercab NU, semoga husnul khotimah,” ujarnya mengenang almarhum.
Rencananya, prosesi pemakaman Agusta akan dilaksanakan sekitar pukul 16.00 WIB. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar JTV Banyuwangi, tetapi juga bagi dunia jurnalistik dan kebudayaan lokal Banyuwangi yang selama ini tumbuh bersama jejak pengabdiannya
